Porkesremen dan Jambore Keswa Sukses Digelar

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Pekan Olahraga Kesenian Rehabilitasi dan Mental (Porkesremen) serta Jambore Kesehatan Jiwa (Keswa) resmi ditutup setelah digelar selama tiga hari dari 3-5 Oktober 2019.

Sebanyak 550 peserta dari 35 RSJ seluruh Indonesia turun berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan di Sungailiat tersebut.

Bahkan dalam acara pembukaan yang dilaksanakan di Stadion Bina Satria Sungailiat 3 oktober 2019 lalu, seluruh kontingen menunjukkan aksi dan budaya dari masing-masing daerah. Hadir dalam kesempatan itu Dirjen P2P yang mewakili Menteri Kesehatan, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Jiwa Indonesia, Gubernur Babel, serta Bupati Bangka.

Dalam tiga hari tersebut, seluruh kontingen turut serta bertanding di berbagai perlombaan antara lain bulutangkis, catur, tenis meja, voli dan futsal. Sementara untuk cabang seni yakni adzan, khutbah, tilawah, menari dan menyanyi.

Perlombaan tersebut menjadi ajang silaturahmi antar kontingen dari seluruh RSJ se-Indonesia. Kegiatan lomba juga dibagi menjadi empat tempat yakni untuk futsal ada di lapangan futsal setia di Kuday, bulutangkis di Stadion Orom, voli di Lokatirta dan lomba lainnya di RSJD Babel sendiri.

Dalam kegiatan tersebut RSJD Surakarta, disusul oleh kontingen dari Jawa Barat, sementara RSJD Babel sendiri duduk di posisi ke tiga bersama dengan RSJD Riau. Kegiatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali tersebut juga untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober 2019.

Kepala RSJD Babel, Andri Nurtito mengatakan pihaknya merasa bangga telah dipilih menjadi tuan rumah dan dapat melaksanakan kegiatan nasional tersebut dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti.

“Alhamdulillah acara ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala apapun, cuaca juga mendukung jadi peserta bisa bertanding dengan maksimal. Kalau untuk juara itu ya sebagai bonus saja,” ungkapnya, Sabtu (5/10).

Dia juga mengatakan dalam kegiatan tersebut bukan mencari kemenangan tetapi untuk merubah mindset masyarakat terhadap warga rehabilitan.

“Kegiatan ini sebetulnya untuk mengubah pandangan kebanyakan masyarakat kita tentang warga rehabilitan bahwa mereka juga bisa dan sama juga seperti kita,” terang Andri.

Ia berharap datangnya seluruh kontingen dari penjuru Indonesia ke bangka dapat memberikan kesan dengan panorama alam dan makanan khas bangka sesuai harapan gubernur Babel saat pembukaan lalu.

“Mudah-mudahan saja seluruh kontingen ini bisa terhibur dengan alam kita yang memang terkenal dengan pantainya dan makan khas kita sehingga bisa memberi kesan tersendiri bagi mereka,” harapnya. (mla)

Related posts