PON Papua 2020, KONI Babel Ajukan Anggaran Rp28 Miliar

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bangka Belitung (Babel)
mengajukan anggaran Rp 28 miliar untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 di Papua. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi transportasi, akomodasi atlet, official dan lainnya.

“Kita ajukan Rp 28 miliar, karena PON Papua jauh, transportasi butuh Rp3 miliar, estimasi 100-120 atlet, belum official, satu orang itu Rp25 juta, pelaksaan butuh 10 miliar, makan minum berapa duit yang dibutuhkan,” kata Ketua KONI Babel, Elfandi kepada wartawan disela rapat anggota tahunan KONI Babel, Rabu (21/8/2019).

Pada PON mendatang, awalnya KONI Babel kata dia, menargetkan meraih 10 emas, namun karena beberapa aturan yang berubah, peluang mendapatkan medali emas berkurang.

“Misalnya atletik, kita punya tiga kans, tetapi karena aturan berubah, dimana usia 35 tahun lebih 11 bulan masih boleh, kita terancam kehilangan potensi, karena beberapa atlet dari provinsi lain punya lebih banyak,” jelasnya.

Namun, lanjut Elfandi, KONI tetap akan memaksimalkan latihan dan pembinaan, agar atlet yang dikirim mampu menyumbang medali emas, perak dan perunggu untuk Provinsi Babel.

Dalam kesempatan itu, Elfandi mendukung jika terjadi penundaan pelaksanaan PON tahun 2020 di Papua. “Gubernur Papua kan baru wacana minta penundaan pelaksanaan PON, dan belum bertemu langsung dengan Presiden, kalau memang ini diundur, ya bagi kita enggak masalah,” katanya.

Bagi Babel, sebutnya, jika penundaan dilakukan tentunya memberikan dampak positif, karena persiapan atlet akan lebih panjang dan lebih maksimal.

“Jika 2021 (PON digelar-red) tentunya kita lebih siap, plusnya secara prestasi akan berkaibat lebih baik, kenapa? karena atlet kita akan mekar pada 2021, sekarang masih setengah matang, kalau nanti akan matang,” tuturnya.

Disinggung mengenai anggaran yang akan semakin besar, Elfandi menyebutkan hal ini masalah yang relatif dan dapat disesuaikan, namun yang terpenting adalah pelaksanaan PON yang baik.

“Pada intinya kita bicara mana yang terbaik, pelaksaan PON yang lebih baik, jangan dipaksakan, jika dilaksanakan tapi penuh kekurangan dan ketidakpastian, kan tidak baik juga,” tandasnya. (nov/10)

Related posts