Polsek Tanjungpandan Bekuk Dua Pencuri

  • Whatsapp
Kapolsek Tanjungpandan ketika menggelar konferensi pers penangkapan. (Foto: Dodi Iskandar)

TANJUNGPANDAN – Dalam satu pekan, Polsek Tanjungpandan di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengungkap dua kasus pencurian yang terjadi di wilayah hukumnya.

Seorang pelaku bernama Rafiq ditangkap beserta barang bukti berupa satu unit handphone Xiaomi Note 7 berwarna hitam.

Rafiq melakukan tindak pidana pencurian pada Jum’at (22/11/2019) lalu di dalam kapal KM Cantika Persada yang sandar di Pelabuhan Pelindo II Cabang Tanjungpandan dan berhasil ditangkap tak lama usai mencuri.

Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko saat menggelar pers release, Senin (25/11/19).

“Pelaku mengambil satu buah handpone yang terletak di dalam atas kapal bagian belakang (dapur). Sebelum sholat Jum’at korban melapor, setelah itu alhamdulillah kurang dari lima jam kita dapat mengungkap pelakunya,” kata Kapolsek Tanjungpandan, AKP Agus Handoko kepada Rakyat Pos.

Sedangkan kasus tindak pidana pencurian kedua terjadi pada hari Minggu (23/11/2019) di sebuah toko kelontong di Jalan Lettu Mad Daud, Kelurahan Kampong Damai, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Sebelum diamankan, pelaku bernama Kurniawan (21) berhasil menggasak uang dari toples plastik dan kotak amal masjid yang disimpan di dalam toko.

“Pelaku sebelum melakukan pencurian, berpura-pura menjadi pembeli. Lalu pelaku secara diam-diam, mengambil kunci gembok yang terletak di pintu toko sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar AKP Agus Handoko.

Setelah itu, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, pelaku kembali lagi untuk melakukan aksinya membobol toko kelontong tersebut dan berhasil menggasak uang Rp3,7 juta dari kotak amal serta toples toko.

“Pasca menerima LP, jajaran kami langsung melakukan olah TKP. Setelah mendapatkan informasi yang cukup tentang pelaku, anggota langsung melakukan penangkapan di kediamannya sekitar pukul 11.00 WIB,” ungkap Agus.

Kini kedua pelaku sudah diamankan di Mapolsek Tanjungpandan dan diancam Pasal 362 atau 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (dod/1)

 

 

Related posts