Polsek Sungailiat Ungkap Kasus Trafficking ABG

  • Whatsapp
Unit Reskrim Polsek Sungailiat saat mendatangi salah satu kontrakan yang ada di lingkungan Parit Padang untuk menjemput N yang diduga terlibat tindak pidana perdagangan perempuan, Senin (28/10/2019).(foto: Zuesty Novianty)

SUNGAILIAT – Unit Reskrim Polsek Sungailiat mengamankan seorang perempuan yang diduga sebagai perantara untuk pemuas nafsu para lelaki hidung belang. Kejadian ini terungkap pada Senin (28/10/2019) setelah orang tua korban mendatangi Mapolsek Sungailiat setelah anak perempuannya, sebut saja Bunga (14) tak pulang ke rumah orang tuanya sejak 10 hari terakhir.

Korban yang diketahui warga Pangkalpinang ini terlihat berada di Mapolsek Sungailiat didampingi kedua orang tuanya guna melaporkan perbuatan salah satu warga Sungailiat yang diduga telah menyetubuhi Bunga di salah satu penginapan yang ada di Kota Sungailiat.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, awalnya korban meminta kepada temannya inisial N dicarikan laki laki yang bisa diajakan berhubungan badan (short time-red) namun sempat ditolak oleh N. Setelah berkali kali korban meminta agar dicarikan laki laki untuk dirinya, N mencoba menghubungi beberapa orang temannya lewat via WhatsApp milik N.

Sejumlah promosi yang ditawarkan N membuat Bb warga Sungailiat tertarik untuk mengencani korban dengan bayaran yang disepakati kedua belah pihak. Setelah itu, Bb mengajak korban bertemu disalah satu penginapan yang ada di Kota Sungailiat untuk berhubungan badan.

Usai melampiaskan hasratnya, Bb membayar korban dengan sejumlah uang sesuai kesepakatan yang dibuat sebelumnya. Korban yang diketahui menghilang sejak 10 hari belakangan membuat orang tuanya khawatir dan mencari korban kesana kemari hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Setelah berhasil menemukan korban, orang tua korban mencurigai gerak- gerik korban dan menduga kalau anaknya telah menjadi korban cabul.

Lewat sejumlah pertanyaan yang dilontarkan orang tuanya, korban pun akhirnya mengakui perbuatannya dan membuat orang tua korban mendatangi Mapolsek Sungailiat guna melaporkan perbuatan pelaku yang diduga telah menjual anaknya itu.

Atas laporan yang didapat, Senin (28/10/2019), Unit Reskrim Polsek Sungailiat yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Sungailiat, Aiptu Reka Otorida mendatangi salah satu kontrakan yang ada di lingkungan Parit Padang.

Kedatangan petugas berpakaian preman ini membuat orang tua  N kaget dan menanyakan perihal kedatangan petugas ke kontrakan yang ditempatinya.

Setelah dijelaskan petugas, orang tua N pun merelakan anaknya digiring petugas ke dalam mobil petugas guna menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sungailiat.

Hingga berita ini diturunkan, baik korban dan rekan korban yang diduga menjadi perantara antara korban dengan Bb masih menjalani pemeriksaan diruang Unit Reskrim Polsek Sungailiat.

Orang Tua Korban Kaget Anaknya Dijual

Orang tua Mawar mengaku terkejut ketika mendengar anaknya, sebut saja Mawar (14) menjadi korban penjualan anak dibawah umur oleh AA dan Mr. Kepada sejumlah wartawan, orang tua Mawar mengatakan awalnya tak menduga jika anaknya nekad pergi dari rumah dengan alasan tak jelas.

Hanya saja menurut dia, sebelum Mawar pergi meninggalkan rumah, Mawar bersama Bunga (14) yang merupakan tetangga samping rumahnya sempat pamit dengan dirinya pergi ke warnet untuk mengerjakan tugas sekolah.

“Anak ku ni agik SMP kelas 2. Jadi malam tu die pamit nek ngerja tugas sekolah. Sudeh tu anak ku ni nek make motor tapi dak ku kasih karna ku ge nek pakai. Karna dak di kasih, anak ku kek kawan a ni jalan kaki ke warnet a,” kata orang tua Mawar.

Usai pamit mengerjakan tugas di salah satu Kota Pangkal Pinang, Mawar dan Bunga tak kunjung pulang ke rumah hingga pihak sekolah memberikan surat peringatan kepada Mawar.

“Selang berape hari kemudian, pihak sekolah ngasih surat peringatan karna Mawar dak masuk sekolah la berape hari ini. Ku bilang kek pihak sekolah jangan dikeluarkan anak ku dari sekolah karena die ni bukan sengaja dak masuk, tapi die kabur dari rumah. Atas penjelasan tu, pihak sekolah memberikan kesempatan tuk anak ku,” katanya.

Dia mengatakan, upaya pencarian terus dilakukan baik oleh orang tua Mawar dan orang tua Bunga hingga kedua orang tua ABG mendatangi kediaman teman temannya namun hasilnya nihil.

“Hanya saja waktu itu anak ku sempat WA sepupu a dan bilang nek pergi ke Bandung. Tekejut ku pas baca isi WA a,” katanya.

Ditambahkan dia, hingga berminggu minggu upaya pencarian terhadap Mawar dan Bunga tak jua membuahkan hasil hingga akhirnya orang tua Mawar melaporkan hal tersebut secara lisan kepada temannya yang kebetulan bertugas di Polresta Pangkal Pinang.

“Dari situ lah kami tau kalau anak kami ni ade di Sungailiat. Kawan ku yang polisi tu ngasih tau pas hal ni ku cerita kek die. Massage hampir 3 minggu anak ku dak pulang-pulang,”katanya.

Atas petunjuk yang diberikan oleh temannya, orang tua Mawar bersama orang tua Bunga menuju Sungailiat dan berhasil menemukan kedua ABG tersebut sedang berada disalah satu kontrakan yang ada di kota Sungailiat.

“Pas la ketemu tu, seneng bener rase a dan lega perasaan ni. Tapi pas denger jorang ni di jual kek kawan a, nek pingsan ku denger a,” katanya.

Oleh sebab itu kata orang tua Mawar, mereka terpaksa menempuh jalur hukum dan melaporkan perbuatan AA dan Mr yang diduga telah menjual anak kepada seorang laki laki yang di Kota Sungailiat. (2nd/6)

Related posts