Polsek Koba Ultimatum Penambang Punggul, Kenari dan Merbuk

  • Whatsapp
Jajaran Polsek Koba memberikan ultimatum kepada para penambang apabila masih “membandel” melakukan aktifitas tambang ilegal di kawasan Marbuk, Kinari dan Pungguk yang merupakan Eks Koba Tin. Pertanyataan disampaikan usai Rapat, Senin (27/05/2019).(foto: tamimi).

KOBA – Polsek Koba memberikan ultimatum kepada para penambang apabila masih “membandel” melakukan aktifitas tambang ilegal di kawasan Marbuk, Kinari dan Pungguk yang merupakan Eks Koba Tin.

Hal itu disampaikan pihak Polsek Koba pada pertemuan di Aula Polsek Koba, Senin (27/05/2019). “Kami sudah memanggil sejumlah para penambang di tiga kawasan tersebut dan intinya kami ultimatum akan diproses secara hukum apabila mereka yang tetap membandel beraktivitas dikawasan tersebut,” ujar Kapolsek Koba, AKP. Andri Eko Setiawan seizin Kapolres Bangka Tengah, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang kepada wartawan, Senin.

Dikatakannya, ultimatum tersebut disampaikan dihadapan sebanyak 16 pemilik tambang dikawasan Pinggul, Merbuk dan Kenari tersebut.

“Secara persuasif dan preventif sudah kami lakukan untuk menertibkan para penambang di tiga kawasan itu. Sekarang kami harus melakukan tindakan tegas jika mereka memaksakan diri tetap menambang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tindakan tegas yang dilakukan pihak kepolisian untuk menghindari dampak yang lebih luas baik terhadap lingkungan maupun dampak sosial.

“Kami tidak ingin terjadi konflik sosial akibat aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut, maka tindakan tegas harus dilakukan untuk mensterilkan kawasan itu dari penambang liar,” tandasnya.

Ia mengatakan tindakan tegas akan dilakukan pihaknya hingga ada kejelasan status penambangan dikawasan tersebut legal. “Selagi belum legal akan dilakukan tindakan tegas terhadap para penambang yang beraktivitas dikawasan itu,” tuturnya.

Ia menambahkan, ancaman hukum bagi mereka yang tetap menambang secara liar jelas hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar.

“Ancaman ini sudah kami sampaikan kepada para penambang yang kami undang datang ke kantor dan kami pasti melaksanakannya bila mereka tetap membandel,” tukasnya. (ran/3).

Related posts