by

Polsek Jebus Imbau Pedagang tidak Jual Petasan

-Bangka Barat-134 views

JEBUS – Polsek Jebus mengimbau pedagang untuk tidak memperjual belikan petasan atau mercon selama bulan Puasa Ramadhan 1440 Hijriah.

“Imbauan tersebut dapat ditaati, sehingga tidak ada pedagang yang ingin mencoba-coba menjual petasan di wilayah Jebus dan Parittiga,” kata Kapolsek Jebus Seizin Kapolres Bangka Barat, kemarin.

Pihak kepolisan, menurut Kapolsek Jebus, terus melakukan penertiban atau razia terhadap pedagang di Parit tiga Jebus yang berjualan petasan selama bulan Ramadhan.

“Untuk menekan dampak buruk bermain petasan dan kembang api, Polsek Jebus melakukan razia ke sejumlah pedagang,” ujar Kapolsek.

Anggota melakukan Patroli di jalan depan RSBT Ds.Puput ditemukan pedagang petasan atas nama Rian, Umur 16 tahun, alamat Dsn. Kampung Baru Ds. Sinar Manik. Pedagang petasan tersebut, belum memiliki izin penjualan.

Kemudian anggota patroli melakukan imbauan dan melakukan penyitaan terhadap petasan/percon yang memiliki daya ledak tinggi.

Tidak sampai disitu, anggotapun melakukan razia ke simpang luci Ds. Puput, ditemukan pedagang petasan atas nama IRWAN, umur 35 tahun, alamat Dsn. Bukit Maya Ds. Air Gantang, bahwa pedagang petasan tersebut belum memiliki izin penjualan.

Di tempat itu, anggota patroli juga melakukan himbauan untuk segera mengurus izin penjualan dan melakukan penyitaan terhadap petasan/percon yang memiliki daya ledak tinggi.

Anggota melanjutkan giat di Simpang Luci Ds.Puput, ditemukan pedagang petasan atas nama DEBI, Umur 29 tahun, alamat Ds. Sinar Manik, dimana pedagang petasan itu belum memiliki izin penjualan. Oleh anggota patroli pun memberi himbauan untuk segera mengurus izin penjualan, dan melakukan penyitaan terhadap petasan/percon yang juga memiliki daya ledak tinggi.

Kapolsek Jebus AKP Andi Purwanto seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto menjelaskan, ini peringatan keras bagi masyarakat yang kerap meledakkan petasan, menjual ataupun yang memproduksinya.

“Bulan Ramadhan ini, hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan iman dan taqwa, bukan untuk dijadikan arena bermain petasan. Akibat suara letusan petasan, sering mengganggu kekhusukan umat muslim dalam menjalan ibadah, terutama salat tarawih. Karena suara letusan akan memecah konsentrasi dalam membacakan ayat suci dalam beribadah,” ujar Kapolsek.(wan/3).

Comment

BERITA TERBARU