Polres Usut Posko Covid-19 Digeruduk Ormas

  • Whatsapp
Ketua Tim Relawan, Ujang Supriyanto ketika mempertanyakan kedatangan kelompok ormas ke Posko Relawan Covid-19 Kabupaten Bangka. (Foto: Istimewa)

Kapolres Respon Laporan Tim Relawan

SUNGAILIAT – Laporan Tim Relawan Penegak Disiplin dan Pemantau ODP/PDP Covid 19 di Kabupaten Bangka tentang dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan sekelompok orang menggunakan atribut organisasi masyarakat (ormas) Sabtu malam (27/6/2020), mendapat respon dari Polres Bangka.
Kapolres Bangka, AKBP. Widi Haryawan kepada wartawan Senin pagi (29/6/2020) membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, saat ini polisi akan memanggil pihak-pihak terkait untuk diambil keterangannya sebagai saksi sehubungan dengan kasus tersebut.
“Betul tadi malam (kemarin-red) sudah sempat ngobrol sama Pak Ujang. Nanti kita mau panggil dulu,” kata Kapolres saat dikonfirmasi via Whatsapp.
Sebelumnya, pada Sabtu malam (27/6/2020) kegaduhan tak wajar terjadi di Posko Relawan Penegakan Disiplin & Pemantau ODP/PDP Covid 19 di Kabupaten Bangka. Sekelompok orang mengenakan atribut ormas, mendatangi posko, membuat kegaduhan, membentak-bentak dan memarahi para relawan tanpa alasan yang jelas.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.29 Wib itu, tentu saja membuat Ketua Tim Relawan, Ujang Supriyanto berang. Ia yang bersama tim relawan sedang melakukan tracking ODP saat mendapat laporan dari posko ada kegaduhan, langsung kembali ke posko.
“Setelah sampai di posko saya melihat posko sudah ramai dengan orang orang yang menggunakan atribut PP dan ternyata sekelompok orang tersebut saya kenal adalah bernama Sarm***. Mereka membuat kegaduhan dengan memarahi dan membentak para relawan, menunjuk menunjuk ke muka para relawan dan memerintahkan membuka baju PP. Padahal relawan tidak pernah memakai atribut baju itu. Setelah itu mereka mencari Pak Supriyanto selaku Ketua PP dan membentak bentak. Pada saat itu kebetulan posko pemantau mendapat kunjungan tamu Pak Supriyanto dkk,” ungkap Ujang dalam keterangan tertulisnya kepada rakyatpos.com kemarin malam.
Ketua Simpul Babel ini mengaku, sudah melaporkan tindakan kelompok ormas yang membuat gaduh Posko Relawan kepada Polres Bangka pada malam kejadian itu juga. Bentuk laporannya perbuatan tidak menyenangkan yang menimbulkan kegaduhan dan tekanan tekanan di Posko Pemantau ODP PDP Covid 19 dibawah koordinasi Simpul Babel & Velox Et Exactus.
Dengan kejadian ini, tim relawan meminta perlindungan hukum kepada Gugus Tugas Covid 19 Bangka Belitung untuk menindak tegas oknum-oknum sekelompok orang yang telah membuat gaduh di posko relawan.
“Relawan merasa dilecehkan dengan aksi dan kejadian ini. Seolah olah Posko Relawan ini mereka tidak hargai misi kemanusiaan yang kita lakukan dalam pencegahan Covid-19 ini. Kejadian ini kami namakan sweping sekelompok orang yang meremehkan protokol Covid-19. Saya selaku ketua Relawan Covid 19 meminta perlindungan hukum. Dan hal ini sudah kami laporkan kepada pihak Polres Bangka sebagai bagian dari Gugus Tugas Covid 19 Bangka,” tandas Ujang.
Ia mengaku, selain beban moral terdapat juga beban psikologis yang diterima tim relawan dengan kejadian ini. Sebab, saat kejadian tidak hanya relawan saja yang ada di posko, tetapi juga istri Ujang yang sedang membantu memasak makan malam untuk para relawan.
Ditanya tentang motif kedatangan sekelompok ormas itu ke Posko Relawan, Ujang menjelaskan mereka mencari dan menemui Supriyanto yang kebetulan sedang berada di posko, dalam urusan internal organisasi.
“Mereka nyari Pak Supri, tapi salah mereka bentak bentak relawan kita di posko. Urusan internal mereka kita gak ikut campur lah. Tapi jangan ribut di posko Covid dan bentak bentak anggota relawan yang baru pulang sosialisasi bersama. Posko kita terbuka 24 jam, silahkan siapa pun ingin bertamu kita terima, tapi bukan seenaknya aja masuk tanpa izin dan gak lepas sepatu. Posko kita steril sesuai protokol Covid, emangnya posko kami pos kamling apa. Sedang kan masuk pos kamling aja ada aturannya, ada etikanya. Apalagi posko relawan Covid yang jelas-jelas tupoksinya. Kami ini relawan gak ada kepentingannya dengan konflik internal organisasi mereka,” pungkas Ujang. (2nd/1)

Related posts