Polres Bersama Forkopimda Cek Ketersediaan Bahan Pokok

  • Whatsapp
Bupati, Kapolres, Dandim dan unsur Forkopimda Belitung lainnya mengecek ketersediaan bahan pokok salah satunya adalah Daging Sapi, dalam rangka persiapan hari raya Idul Fitri di Pasar tradisional Tanjungpandan, Rabu (22/05/19).(foto: dodi).

TANJUNGPANDAN – Polres Belitung bersama Forkopimda Kabupaten Belitung melakukan operasi lintas sektoral untuk mengecek ketersediaan bahan pokok persiapan hari raya Idul Fitri di pasar tradisional Tanjungpandan, Rabu (22/05/19).

Tidak hanya mengecek bahan pokok, Bersama Bupati Belitung Sahani Saleh, Danlanud Has Hanandjoeddin Letkol Akal Juang, Dandim 0414/BLT, Kajari Belitung Ali Nurudin serta unsur Forkopimda lainnya juga bersama-sama melakukan pengecekan harga.

Saat ini, harga bahan pokok sembako di Tanjungpandan masih terbilang normal. Meski ada beberapa bahan yang mengalami kenaikan harga dikarenakan permintaan pasar cukup besar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Belitung Sahani Saleh atau yang lebih akrab dipanggil Sanem. Menurut Sanem, Belitung tidak akan mengalami inflasi yang tinggi pada perayaan idul fitri di tahun ini.

“Kalau dari segi ketersediaan barang dalam hal ini sembako, kita tidak perlu khawatir. Dari ketersediaan ini kita menjamin tidak akan terjadi inflasi terlalu tinggi,” kata Sanem kepada Rakyat Pos kemarin.

Selain itu, untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan sembako dirinya akan melakukan operasi pasar bersama-sama forkopimda. Terutama daging, ada beberapa pihak yang siap msnyediakan daging untuk melakukan operasi pasar.

“Untuk mantispasi itu kita sudah ada stok, terutama daging. Bulog dalam hal ini menyediakan daging (kerbau), Dandim ada sekitar 10 ton daging sapi (beku) kita akan melakukan operasi pasar jika nanti diperlukan,” ujar Sanem.

Disamping itu, Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana menambahkan, mengenai harga daging saat operasi pasar akan dibawah harga Het yang telah ditetapkan.

“Untuk harga, daging sapi Het nya Rp 120 ribu untuk daging sapi segar, kalau kerbau Rp 80 ribu. Jadi kalau operasi pasar harus dibawah harga tersebut,” sambung Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana.

Selain itu, untuk mengantispasi harga sembako menjelang lebaran nantinya Tim Satgas Pangan akan terus memantau pasar. Saat ini, Satgas Pangan tengah mempelajari terkait pemberian sanksi bagi distributor.

Menurutnya, nanti yang pedagang nakal yang tidak mematuhi aturan akan ada sanksinya. Untuk itu, saat ini sanksi seperti apa yang akan di berikan masih tengah dipelajari.

“Nanti untuk distributor pedagang yang masih memainkan harga dengan memanfaatkan hari raya ini dari kasat reskrim nanti akan mencari sanksi untuk dilakukan tindakan. Termasuk juga dari pemda juga akan bantu,” pungkasnya.(dodi/3)

Related posts