by

Polres Belitung Berhasil Ungkap Tiga Kasus Curat

Polres Belitung menggelar konfrensi pers terkait hasil operasi tertib manumbing yang digelar dari tanggal 30 September hingga 12 Desember 2018 di Mapolres Belitung, Senin (17/12/2018)).(foto: dodi).

Operasi Tertib Menumbing 30 September – 12 Desember

TANJUNGPANDAN – Polres Belitung menggelar konfrensi pers terkait hasil operasi tertib manumbing yang digelar dari tanggal 30 September hingga 12 Desember 2018 di Mapolres Belitung, Senin (17/12/2018).

Dari operasi ini, Polres Belitung berhasil mengungkap tiga kasus pencurian dengan pemberatan (Curat). Diantaranya pencurian Daging beku, Pencurian di lokasi pijat refleksi Kakiku, dan pencurian motor.

Dua dari kasus tersebut kini sudah dilakukan tahap dua dan tersangkanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung, sedangkan untuk yang satunya lagi masih tahap satu di Polres Belitung.

“Ini adalah hasil dari operasi tertib manumbing 2018, ada tiga laporan polisi, dua diantaranya sudah kita limpahkan untuk tahap dua dan satunya lagi sudah tahap satu,” kata Waka Polres Belitung, Kompol Haryo kepada Rakyat Pos, Senin (17/12/2018).

Haryo mengatakan, bahwa dari tiga kasus pencurian ini dengan tersangka yang berbeda, dan modus yang berbeda. Namun meski begitu, mereka melakukan hal ini dikarenakan permasalahan ekonomi.

“Masing-masing tersangka dengan inisial A (12), Er (36), Sr (14) diantara satu sama lain tidak ada hubungan dan bukan merupakan komplotan, namun dikarenakan permasalahan ekonomi yang lemah mereka melakukan perbuatan tersebut,” ujarnya.

Dalam hal ini, pelaku dikenakan pasal 363 ayat 1, terkait dengan adanya anak dibawah umur hal itu nantinya akan diproses melalui sidang peradilan anak.

“Meski ada anak dibawah umur kita tetap proses namun tidak bisa dilakukan penahanan, hanya saja nantinya prosesnya sesuai dengan prosedur,” katanya lagi.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Bagus Krina Eka Putra mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan meletakan kendaraaan dan barang-barang berharganya karena menurutnya, kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat namun juga ada kesempatan. “Kepada masyarakat agar tidak menaruh barang-barang berharganya sembarangan,” imbau Kasat.

Selain himbauan kepada masyarakat secara umum, Bagus juga mengimbau khususnya kepada orang tua yang mempunyai anak, agar bisa untuk dilakukan pengawasan.

“Orang tua juga lakukan pengawasan kepada anak-anaknya, karena anak di antara umur 12 tahun hingga 14 tahun akan kita proses pidana anak itu karena sesuai dengan aturan, namun jika sudah diatas umur tersebut itu baru pidana umum,” pungkasnya.(dod/3)

Comment

BERITA TERBARU