Polres Bateng Tangkap 39 Tersangka Selama 12 Hari Operasi Pekat Menumbing

  • Whatsapp
Kabag Ops Polres Bangka Tengah Kompol Nur Samsi didampingi Kasat Reskrim AKP Samsul Bagja menunjukkan barang bukti penangkapan 39 tersangka yang terjaring dalam Operasi Pekat Menumbing Polres Bateng 2017 saat Press Release di Polres Bateng, kemarin. (Foto: M. Tamimi)

KOBA – Operasi Pekat Menumbing Polres Bangka Tengah tahun 2017 yang digelar selama 12 hari, berhasil menangkap 39 tersangka pelaku Penyakit Masyarakat (Pekat) di wilayah Kabupaten Bangka Tengah. Operasi yang dimulai sejak tanggal 3-14 Mei tersebut menangani 22 kasus pidana, dengan menangkap 3 orang Target Operasi (TO), 19 Non TO, mengungkap dua kasus curat, 4 kasus judi, narkotika jenis ganja 2 kasus, cabul 1 kasus, dan minuman keras (miras) 13 kasus.
Kapolres Bangka Tengah (Bateng) melalui Kabag Ops Kompol Nur Samsi didampingi Kasat Reskrim AKP. Samsul Bagja dalam pres release di Polres Bateng, Senin (15/5/2017) menyebutkan, selain menangkap 39 tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa 46 buah besi, limbah Tinshed 27 kampil, HP beragam merk 15 unit, uang Rp5.313.000 pecahan 2000 hingga 100.000, motor 5 unit, ganja 1 kilogram, dan miras jenis arak sebanyak 450 liter.
Sementara tempat penangkapan berada di wilayah hukum Bateng tepatnya di Kecamatan Koba, Lubuk Besar, Simpang Katis dan Sungai Selan. Dikatakannya, kasus terbanyak dalam tangkapan ini adalah miras dan judi. Untuk jumlah kasus sendiri kata Nur Samsi, meningkat dari sebelumnya.
“Untuk tersangka TO, memang sudah kita lidik sebelum operasi. Jadi, pada saat operasi tinggal pengembangan. Kemudian bagi tersangka non TO, merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan sebelumnya,” terang dia.
Sementara dalam kasus ganja, Kabag Ops menyampaikan jaringan ganja yang sebagian siap edar tersebut berasal dari Banda Aceh. Proses masuknya ganja ke Kabupaten Bateng, melalui jalur laut atau pelabuhan tikus. Sedangkan untuk kasus pencabulan, terjadi di Kecamatan Namang yang merupakan kasus baru selama operasi.
“Pasal yang kita kenakan sesuai kasusnya, kalau kasus narkotika akan dikenakan Undang-undang Narkotika. Kemudian untuk miras, pencabulan, perjudian diterapkan dengan peraturan dalam KUHP,” tandasnya.
Nur Samsi menghimbau kepada masyarakat Bangka Tengah terkait aksi kejahatan-kejahatan yang telah ada diharapkan waspada. Jika pun butuh bantuan manakala ada kejahatan, silakan menghubungi pihak kepolisian terdekat.
“Himbauan, kepada masyarakat, terkait dengan kejahatan-kejahatan supaya waspada. Kemudian bila menghadapi gangguan atau kejahatan, maka segera menghubungi pihak kepolisian terdekat,” tukasnya. (ran/1)

Pos terkait