by

Polres Bangka “Tidur”, Tahanan Kabur

Tersangka Santoso Jebol Plafon dan Asbes
Kapolda Tegaskan Evaluasi Kinerja Polres

Santoso

SUNGAILIAT – Kapolres Bangka, AKBP Johanes Bangun kali ini benar-benar dipermalukan. Bagaimana tidak, seorang tahanan bernama Santoso (21), berhasil kabur dari sel tahanan Markas Polisi Resort (Mapolres) Bangka, Senin dini hari (4/12/2017).
Disaat seisi Polres Bangka tertidur lelap sekitar pukul 03.00 WIB, tersangka kasus percobaan pencurian dengan TKP di Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka itu berhasil kabur melawati atap gedung mapolres.
Warga Jalan Syafri Rahman, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah ini sukses melarikan diri dari tahanan, setelah berhasil menjebol asbes atau atap sel tahanan mapolres dini hari itu. Sebelum menjebol atap, tersangka terlebih dahulu telah membuat lubang dan jalan di dalam plafon untuk melarikan diri.
Menurut sumber di mapolres yang tak ingin disebutkan namanya, kaburnya Santoso baru diketahui saat pagi hari, tepatnya ketika petugas mendata para tahanan. Tak pelak seisi Mapolres Bangka geger, mengetahui Santoso tidak lagi berada di dalam tahanan.
Mapolres pun mendadak sepi dari pagi hingga sore hari. Sejumlah anggota Polres, diperintahkan untuk menyebar mencari keberadaan Santoso yang hingga tadi malam belum juga ditemukan.
Apesnya, 2 orang petugas jaga sel harus menanggung akibatnya. Setelah didatangi anggota Propam Polda Bangka Belitung siang kemarin, kedua anggota Tahti ini pun disel di tahanan Mapolres Bangka.
“Ada lobang di asbes dekat Ruangan Tahti. Lobang kecil. Seperti cukup untuk tubuhnya (Santoso-red) yang juga kecil. Cuma dia sendiri yang berhasil kabur. Yang lain gak ikut-ikutan. Siangnya Provos Polda pun datang memeriksa dan dua petugas jaga sel saat ini masih diberikan hukuman kurungan,” ungkap sumber tersebut saat dikonfirmasi wartawan tadi malam.
Sayangnya, tak ada satu pun pihak berwenang yang berkenan dikonfirmasi atas kaburnya Santoso dari sel tahanan Mapolres Bangka ini. Kapolres Bangka, AKBP Johanes Bangun yang dikabarkan marah besar juga tak mau memberikan keterangan resmi kepada wartawan, meski sudah dikonfirmasi via telepon genggamnya. Dilayangkan pesan singkat (SMS) sekitar pukul 21.00 WIB pun, Johanes Bangun tak membalas pertanyaan wartawan. Demikian juga Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S. Shopian, SH, SIK yang biasa memberikan informasi kepada wartawan, hingga berita ini dirampungkan tadi malam tak menjawab konfirmasi yang dimintakan wartawan harian ini.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Kapolda Babel), Brigjen Pol Syaiful Zachri, mengakui pelarian Santoso tersebut sudah sampai ke telinganya. Dan kapolda membenarkan bahwa tahanan itu kabur, seraya meminta Santoso menyerahkan diri.
“Ya, memang betul. Kita sedang upayakan penangkapan kembali dan kita upayakan yang bersangkutan supaya bisa sadar dan menyerahkan diri karena nanti pasti tertangkap,” katanya ditemui Rakyat Pos ketika menuju ke kendaraan dinasnya, Senin (4/12/2017) sore.
Kapolda menegaskan, akan segera mengevaluasi kinerja aparat Polres Bangka dengan adanya tahanan yang berhasil meloloskan diri dari dalam sel rutan.
“Kita juga akan evaluasi, baik itu kesiapan anggota yang piket maupun kondisi bangunannya itu, termasuk dari mana itu dia kok bisa menjebol. Itu pasti mungkin itu ada bantuan dari luar, dan itu juga akan kita telusuri,” tegasnya.
Brigjen Pol Syaiful Zachri memerintahkan aparat kepolisian untuk segera menangkap kembali Santoso dan mengintruksikan petugas agar lebih waspada lagi dalam menjalankan tugas.
“Untuk tahanan yang kabur ini ada satu orang di Polres Bangka, kemungkinan kasus pencurian. Dengan adanya tahanan kabur ini, diharapkan ke depannya kewaspadaan sama persiapan bangunannya itu agar lebih kokoh lagi,” imbuhnya.
Mengenai petugas yang lalai dalam menjalankan penjagaan terhadap tahanan, kapolda menyebutkan oknum polisi itu akan diberikan sanksi hukuman disiplin dan lainnya.
“Kalau tahanan yang kabur itu memang dari kelalaian anggota yang jaga, tentu akan kami lihat kriterianya seperti apa dan bisa saja hukuman kedisiplinan dan hukuman lain,” pungkasnya.
Untuk mengingat kembali, Santoso merupakan tahanan kasus percobaan pencurian di Dusun 3 Pal 9 Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka yang diamankan polisi Rabu petang (22/11/2017) lalu. Ia ditangkap warga, setelah kepergok hendak melakukan aksi pencurian bersama seorang rekannya yang juga DPO.
Santoso sempat dikepung ratusan warga dan nyaris dihakimi massa, usai kepergok bersembunyi di bagian loteng rumah pribadi milik Jonnie alias Ajon (37) warga setempat. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi yang berada di pinggir jalan dan siap-siap menghajar pelaku.
Beruntung, setelah dua jam dilakukan evakuasi, Santoso langsung dilarikan ke Mapolres Bangka untuk menghindari amukan warga.
Pelaku awalnya disebut-sebut berjumlah 2 orang, berencana mencuri di rumah Ajon. Rumah ini sekaligus terdapat toko sembako bernama Toko Marzuki di sebelahnya. Lokasi rumah tidak jauh dari simpang tiga menuju Universitas Bangka Belitung (UBB) Desa Balun Ijuk dan dimasuki salah satu pelaku.
Tapi naas, pemilik rumah mengetahui ada tamu tak diundang yang bersembunyi di loteng rumahnya. Sontak kejadian ini langsung membuat rumah warga tersebut ramai dipadati warga dan pengguna jalan.
Lalu, sekitar pukul 16.00 WIB korban melapor kepada Bhabinkamtibmas Desa Pagarawan. Dari informasi tersebut kemudian anggota gabungan Unit Resintel Polsek Merawang dan Bhabinkamtibmas Desa Pagarawan dipimpin PS. Kanit Intel Polsek Brigadir Alan Topani langsung melakukan penyelidikan di TKP. Dan pada pukul 17.00 WIB anggota Polsek mengamankan Santoso dan dibawa ke Polres Bangka. (2nd/bis/1)

Comment

BERITA TERBARU