Polisi Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Lapas

  • Whatsapp
Pers release hasil Operasi Antik Menumbing 2020, Polres Pangkalpinang bongkar jaringan peredaran narkoba lintas Lapas. (Foto: Ist)

PANGKALPINANG – Jajaran Polres Pangkalpinang berhasil membongkar sindikat pelaku peredaran narkoba lintas lembaga pemasyarakatan (Lapas) dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan Waka Polres Pangkalpinang Kompol Erlichson Pasaribu didampingi Kabag Ops, Kompol Jadiman Sihotang dan Kasat Narkoba, Iptu Chandra Satria dalam konferensi pers hasil Operasi Antik Menumbing selama 12 hari, yakni 24 Februari hingga 6 Maret, pada Selasa (10/3/2020) di Mapolres Pangkalpinang.

Read More

Erlichson mengatakan pihaknya juga berhasil mengamankan tujuh pelaku tidak pidana peredaran narkoba. Selama operasi Antik Satnarkoba mengungkap, peredaran narkoba lintas lapas itu yakni Lapas Cerucuk Tanjung Pandan, Belitung dan Lapas Narkoba Pangkalpinang.

Diungkapkan, bahwa berawal dari ditangkapnya Hendri alias Andri Senin 25 Februari 2020 lalu di perumahan Tanjung Bunga, petugas mendapati dua paket sabu. Kemudian dari pengembangan diketahui asal usul barang dari DPO jaringan lapas.

Selanjutnya polisi mengamankan remaja dibawah umur berinisal RH (16) yang ditangkap pada saat berada di kediaman orangtuanya di Gabek.

Dari pengembang RH, didapati pelaku Ridwan yang memasok sabu ke Lapas Tanjung Pandan dengan dibantu Maulida pacarnya yang berperan sebagai penjahit celana untuk media mengirim sabu ke Heri Suryadi yang berada di tahanan Lapas Belitung.

“Heri Suryadi masih napi lapas Tanjung Pandan, juga turut diamankan sebuah paket berisi celana yang telah dimodifiaksi dan berisi 10 paket sabu seberat 9,33 gram,” terang Erlichson Pasaribu.

Selain itu, petugas menangkap pelaku yang kerap mengedarkan narkoba di wilayah hukum Polres Pangkalpinang.

“Diamankan Yoki Candra pada Rabu 26 Februari di Jalan Permata, Semabung. Dia pengedar dan pemakai diamankan dan dilakukan pengembangan didapati 5 paket sabu. Kemudian kita dapat pelaku Firmansyah alias Atok ditangkap di rumahnya di Gang Batu, Bukit Intan. Setelah digeladah ditemukan barang bukti paling besar 17,5 gram,” beber Erlichson.

Dalam operasi Antik Menumbing selama 12 hari, total sabu-sabu yang diamankan sebanyak 32 paket dengan berat total 30,52 gram.

“Dari hasil operasi antik ini ada beberapa yang menonjol, pertama pelaku pengedar dibawah umur dan juga kebanyakan pelaku merupakan jaringan lapas,” terangnya.

Ditambahkan Kasat Narkoba, bahwa adanya keterkaitan antara pelaku pengedar sabu lintas lapas ini.

“Ridwan merupakan adik Suryadi sudah mengendalikan salah satu jaringan peredaran di Belitung. Dari keterangannya dirinya mendapat barang dari Lapas Narkotika Selindung, ini merupakan atensi pimpinan menindak jaringan narkoba antar lapas,” tegas Chandra.

Sementara Ridwan mengaku disuruh orang lain untuk mengambil paket dan mengirimkan ke Belitung, paket narkoba tersebut diambilkan di kuburan Jalan Mentok.

“Saya disuruh ambil paket lempar ke Belitung. Barang ambil dari sini sesuai petunjuk. Setelah mendapat telpon saya ambil paket kirim barang melalui JNT ke Belitung,” akuinya.

Sedangkan RH, pelaku dibawah umur ini sudah sering menggunakan narkoba jenis sabu. Dia mengambil barang dari Ridwan yang kemudian diedarkan ke temannya.

“Sudah lupa berapa kali makai, baru ngedar diambil dari Ridwan. Baru dua kali mengedarkan. Saya jual ke teman main, tidak pernah ke anak sekolah,” tutupnya. (bis/6)

Related posts