Polisi Tetapkan Kasat Pol PP Tersangka

  • Whatsapp
Kasubdit 3 Jatanras Polda Babel, AKBP Wahyudi

Dikenakan Tiga Pasal Sekaligus
AKBP Wahyudi: Saat ini Dalam Proses Sidik

PANGKALPINANG – Penanganan perkara dugaan penipuan, penggelapan dan pengancaman dengan terlapor Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kasatpol PP Babel), Yamoa’a Harefa, masih berlanjut.

Penyidik Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menetapkan Yamoa’a yang sebelumnya terlapor menjadi tersangka. Dan Senin kemarin (7/10/2019), Yamoa’a menjalani pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka, setelah dinaikan statusnya dari saksi terlapor.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Babel, Kombes Pol Budi Hariyanto melalui Kasubdit 3 Jatanras, AKBP Wahyudi saat dihubungi Rakyat Pos, kemarin sore.

“Siap bro (wartawan-red), ya benar. Yang jelas, hari ini (Senin) beliau diperiksa sebagai tsk (tersangka-red),” tegas Kasubdit Jatanras.

Menurut Wahyudi, oknum Kasatpol PP Babel ini sebelumnya sudah pernah diperiksa. Tapi saat proses penyelidikan, statusnya masih sebagai saksi terlapor.

“Kemudian, kita gelar perkara kan dan hasil gelar perkara tersebut dapat ditingkatkan ke proses sidik. Nah, saat ini sedang dalam proses sidik,” jelasnya.

Saat ditanya, apakah tersangka ditahan oleh penyidik, Wahyudi menyebutkan meski telah menyandang status sebagai tersangka, Yamoa belum ditahan.

“Apa harus ditahan? Kalau dari persangkaan pasal emang bisa ditahan, namun untuk saat ini penyidik belum perlu melakukan penahanan,” tukasnya.

Wahyudi menegaskan, Yamoa’a sesuai laporan dipersangkakan oleh penyidik Jatanras diduga telah melanggar Pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman pidana kurungan penjara selama 4 tahun.

Selain itu, Kasat Pol PP ini diduga telah melanggar Pasal 372 tentang Penggelapan dengan ancaman selama 4 tahun dan Pasal 368 tentang Pengancaman diancam dengan hukuman 9 tahun penjara.

“Tergantung pasal apa yang memenuhi unsur, nanti hakim yang menentukan. Itu yang dilaporkan (3 Pasal) dalam LP (Laporan Polisi), kami masih buktikan dulu,” pungkas Wahyudi.

Sayangnya, Kasatpol PP Babel, Yamoa’a Harefa saat dikonfirmasi wartawan harian ini melalui sambungan telepon tidak merespon. Dilayangkan pesan singkat WhatsApp ke nomor ponselnya pun belum dibalas.

Upaya konfirmasi terus dilakukan wartawan dengan menghubungi Yamoa’a melalui nomor WhatsApp-nya sebanyak dua kali, namun sayangnya tidak diangkat.

Sebelumnya, Kasat Pol PP Pemprov Babel itu dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Babel, Selasa (23/7/2019) malam oleh pihak Global Executive Club Pangkalpinang. Ia dilaporkan, karena diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan uang sebesar Rp21.725.000.

Pihak Global Executive Club menganggap terlapor tidak berniat baik dalam menyelesaikan pembayaran bill makan minum di tempat hiburan malam tersebut.

“Kita sudah melakukan berbagai cara melakukan penagihan, baik menghubungi lewat telepon, WA maupun datang langsung ke kantornya. Tetapi, ada saja alasannya,” ungkap Manajer Global Executive Club, Fahrizal Noviansyah kepada sejumlah wartawan usai melaporkan hal tersebut tempo hari di Mapolda Babel.

Menurutnya, tagihan yang harus dibayar oleh terlapor merupakan bill setelah beberapa kali berkunjung ke tempat hiburan tersebut bersama beberapa orang.

“Pada bulan April 2019, kemudian tagihan pada bulan Juni satu kali dan terakhir pada tanggal 13 Juli 2019. Mengingat hanya sebagai pengelola, saya kemudian melaporkan kepada owner Global Excecutive Club, dan disuruh lapor,” katanya.

Diakui Rizal sapaan akrab Fahrizal Noviansyah, terkait masalah tersebut, ada ancaman Yamoa terhadap pihaknya ketika dilakukan penagihan. Dengan mengatakan akan mengerahkan anggota Sat Pol PP untuk merazia tempat hiburan malam itu.

Sementara itu, Yamoa’a Harefa saat dikonfirmasi kala itu mengaku bahwa hutang tersebut telah dibayarkan kepada pihak managemen Global.

“Yang penting, hutang Pemuda Pancasila sudah kita bayar. Aku sama ketua. Dan hutang ini masalah mengurus tamu Pemuda Pancasila,” kata Yamoa ketika dihubungi terpisah.

Ia ngotot telah membayar semua hutang kepada managemen tempat hiburan malam tersebut. “Mereka nagih hari ini, ada WA dan SMS. Kita bayar hari ini kok dan kita nggak ada menipu, itu bukti hari ini mereka tagih lewat WA jumlahnya,” tukas dia.

“Hari ini, Pemuda Pancasila bayar sebesar Rp21.725.000 sesuai yang mereka tagih. Kita bayar cash, bahkan kita mau transfer siang tadi dan Ok kata mereka, tetapi sore tadi mereka minta cash dan kita bayar cash,” tukas Yamoa. (bis/1)

Related posts