Polisi Tangkap Penista Agama

  • Whatsapp

Hindari Amukan Massa
Pelaku Ngaku Tidak Tahu

TANJUNGPANDAN – Polres Belitung mengamankan pelaku tindak pidana penistaan agama melalui media elektronik yang sempat viral di media sosial Facebook, Jum’at (13/06/19).
Pelaku diamankan lantaran telah menyebarkan video yang dianggap menistakan ajaran agama islam. Hal ini dilakukan untuk menghindari amukan masa yang akan menimbulkan konflik.
Kapolres Belitung, AKBP Yudhis Wibisana mengatakan bahwa kini pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Polres Belitung.
“Sudah tersangka, kita kenakan undang-undang ITE. Dia kan melakukannya dengan cara menyebarkan ke media elektronik Facebook, di undang-undang itu ada didalamnya pasal penistaan agama,” kata Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana kepada Rakyat Pos, selasa (18/06/2019)


Pelaku merupakan warga Jalan Anwar Aid Rt 13/05 bernama Ivan Hartono (30). Selain itu, pelaku merupakan warga keturunan Tionghua.
Sudah sejak hari Jum’at (13/06/19) pelaku diamankan oleh pihak kepolisian lantaran untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pelaku merupakan bukan warga beragama islam. Warga keturunan, kita takutkan terjadi hal-hal yang menimbulkan konflik jadi langsung kita amankan,” ujarnya.
Dalam hal ini, penyidik menjerat pelaku dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 28 ayat 2 atau KUHP pasal 156 tentang Penyebar Kebencian antar Golongan/Agama.
“Kita kenakan Undang-undang ITE pasal 28 ayat 2 atau KUHP pasal 156,” ucapnya.
Selain itu, dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum Yudhis juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan menshare atau menyebarkan sesuatu yang bisa memicu konflik.
Dia tidak ingin, karena ketidak tahuan masyarakat terjerat hukum dan mengganggu keamanan dan ketertiban di Belitung
“Kita himbau kepada masyarakat agar tidak semabarangan menshare hal-hal yang berbau sara yang bisa menimbulkan konflik antar suku, agama, golongan dan ras,” pungkasnya.
Sementara itu, Ivan Hartono (30) mengakui kesalahannya dan bersedia meminta maaf kepada masyarakat khususnya di Belitung yang beragama islam.
Dia menyampaikan ketidak pahamannya terkait konten vidio yang disebarkannya di akun Facebook tersebut.
“Saya mengaku salah, saya tidak tahu sama sekali. Saya pikir itu doa untuk meminta rezeki,” kata Ivan kepada Rakyat Pos.
Ivan juga menyampaikan bahwa vidio tersebut didapat oleh dirinya dari pacar. Menurutnya, karena ketidaktahuannya dia menyebarkannya ke media sosial.
Sedikitpun video yang didapat olehnya tidak dirubah ataupun dilakukan pengeditan.
“Dapat dari pacar, hari Jum’at itu. Tidak ada aku edit begitulah. Pacar aku orang islam juga, aku pikir itu doa dapat rezeki kalau aku disuruh minta maaf aku siap, aku tidak tahu juga. Apapun, disuruh saya siap. Sujud pun saya siap,” ungkapnya. (dod/6)

Related posts