Polisi Gulung Komplotan Curat Lintas Kota/Kabupaten

  • Whatsapp
Jajaran Polres Pangkalpinang menggelar press release pengungkapan komplotan pelaku kasus curat antar lintas kota/kabupaten. Tampak ketiga pelaku dan barang bukti dihadirkan dalam jumpa pers dipimpin Waka Polres Pangkalpinang Kompol Erlichson Pasaribu didampingi Kabag Ops Kompol Jadiman Sihotang, Rabu (15/1/2020). (Koko Sadmoko)

PANGKALPINANG – Sebanyak tiga orang komplotan pelaku kejahatan tindak pencurian dan pemberatan (curat) yang diduga terlibat di sejumlah TKP wilayah kota/ kabupaten Provinsi Babel berhasil ditangkap jajaran Polres Pangkalpinang.

Para pelaku yakni Sadaruddin alias Udin (37), Bambang Irawan (29) dan Andi Chandra (32), terhitung terlibat lebih dari 5 kali melakukan pencurian di wilayah Pangkalpinang, Toboali, Air Gegas, Riau Silip dan Belinyu. Hal tersebut terungkap saat press release yang dipimpin Waka Polres Pangkalpinang Kompol Erlichson Pasaribu didampingi Kabag Ops Kompol Jadiman Sihotang, Rabu (15/1/2020).

Muat Lebih

“Tim Buser berhasil mengamankan tiga pelaku curat antarkota di Provinsi Babel pada Minggu (12/1/2020) di Gang Bedade, Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, dalam penangkapan tersebut 1 pelaku berhasil kabur berinisal D,” kata Erlichson.

Diungkapkan Erlichson, pihaknya berhasil mengungkap tiga laporan kepolisian yang berada di wilayah hukum Polres Pangkalpinang. “Dari ungkap kasus dari tiga LP tersebut, tim buser berhasil mengamankan barang bukti berupa TV LG 21 inchi, sepatu, HP Samsung, HP Nokia, koin dan linggis yang digunakan untuk mencongkel jendela atau pintu,” bebernya.

Ditambahkan Erlichson, untuk TKP di luar wilayah hukum Polres Pangkalpinang pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres terkait. “Untuk pelaku Sadaruddin dijerat dengan pasal 363 KUHP sedangkan dua pelaku lainya dijerat pasal 480,” kata Erlichson.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Harry Kartono menjelaskan pelaku yang beraksi di kota Pangkalpinang adalah Udin dan D (masuk DPO).

“Sedangkan dua pelaku yang dijerat pasal 480 karena mereka menikmati hasil curian, mendapatkan bagian dari hasil pencurian di luar Pangkalpinang, intinya mereka bersama D melakukan pencurian,” tambah Harry Kartono.

Terpisah, pelaku Sadaruddin alias Udin mengaku menyesal telah melakukan pencurian di sejumlah tempat. “Baru sampai 10 hari di Pangkalpinang, saya nyuri diajak bersama D, kalau mencuri diluar kota kami sewa mobil untuk memudahkan mengangkat barang hasil curian, kami tidak pernah mencuri malam hari tetapi beraksi siang hari,” ujar Sadaruddin.

Dia juga mengaku hasil curian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli minuman keras. “Pada kesempatan ini saya mohon maaf dan ampunan kepada rumah yang saya curi, saya kapok dan berjanji tidak mencuri lagi,” kata Udin.

Dalam press release tersebut pihak kepolisan juga menghadirkan barang bukti hasil kejahatan para pelaku berupa berbagai jenis jam tangan, TV TCL 50 inch, tas, laptop, kipas angin, laptop dan barang bukti lainnya. (ist)

Pos terkait