Polisi Datang, Tambang Pantai Kuarsa STOP

  • Whatsapp

Alat Berat dan Aktivitas Tambang Lenyap

AKP Saleh: Kita akan Monitor Rutin

MENTOK – Jajaran Polsek Jebus dan Satuan Reskrim Polres Bangka Barat langsung turun ke lokasi penambangan pasir timah di bibir Pantai Kuarsa di Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (18/6/2019).

Sejumlah polisi ini turun setelah mendapat instruksi Kapolres Bangka Barat yang mendapat perintah Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Pol Istiono terkait pemberitaan koran ini edisi kemarin.

Namun sayangnya, saat polisi tiba di lokasi Pantai Kuarsa yang merupakan Hutan Lindung Pantai, aktivitas beberapa tambang besar maupun sejumlah alat berat jenis becho atau PC yang sebelumnya merusak kawasan pantai itu sudah tidak ada lagi.

Bahkan, polisi juga tidak menemukan seorang pun pekerja tambang yang pada Minggu dan Senin (17/6/2019) menambang di lokasi itu.

“Tadi kita sudah turun langsung ke lokasi. Tidak ada lagi aktivitas tambang. Alat berat dan peralatan tambang yang lainnya juga sudah tidak ada,” ungkap Kapolsek Jebus AKP M Saleh saat dihubungi wartawan harian ini Selasa (18/6/2019) malam.

Sejumlah anggota Polres Bangka Barat dan Polsek Jebus saat mendatangi kawasan Pantai Kuarsa Desa Teluk Limau yang dibabat tambang ilegal, kemarin. Ketika polisi datang, aktivitas penambangan dan alat berat sudah tidak ada lagi. (Foto: Istimewa)

Kendati sudah tidak nampak adanya aktivitas tambang, lanjut Saleh, pihaknya akan memonitor secara rutin lokasi tersebut untuk memastikan tidak ada lagi penambang yang kembali beraktivitas di kawasan tersebut. “Nanti kita akan monitor lagi secara rutin lokasi ini,” tegas Saleh.

Mantan Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang yang baru menjabat sekitar dua pekan sebagai Kapolsek Jebus ini mengaku, baru tahu ada penambangan pasir timah di bibir Pantai Kuarsa itu dari pemberitaan dan konfirmasi wartawan.

“Saya baru menjabat jadi masih memetakan wilayah belum tahu banyak. Tapi terima kasih kawan-kawan wartawan sudah memberitahu, kita akan monitor itu,” tukas Saleh.

Diberitakan kemarin, sejumlah tambang berskala besar yang dipastikan ilegal di areal Pantai Kuarsa, Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat seolah “menantang” aparat kepolisian.

Bagaimana tidak, dengan terang-terangan para pengusaha alat berat dan pemilik-pemilik tambang nonkonvensional (TN) di kawasan lindung itu menghancurkan kawasan sekitar Pantai Kuarsa. Bahkan penambangan dengan menggunakan alat berat itu membabat habis bibir pantai.

Hingga Senin (17/6/2019) belum ada penindakan terhadap aktivitas penambangan dan alat berat ilegal tersebut. Padahal, lebih dari lima unit alat berat jenis becho atau biasa disebut PC oleh para penambang, terlihat bebas mengeruk kawasan bibir pantai.

Beberapa unit tambang besar pun tersebar di sekitar lokasi, lengkap dengan para pekerjanya. Dari keterangan warga, lebih dari lima unit alat berat tersebut milik pengusaha-pengusaha asal Jebus, Mentok dan Pangkalpinang yang dikelola atau dikuasakan oleh PE. Dan ada juga alat berat yang ‘dipegang’ oleh oknum aparat keamanan tertentu di lokasi lain.

Terhadap kenyataan ini, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Kapolda Babel), Brigadir Jenderal Polisi Istiono langsung panas telinganya mendengar kabar tambang besar yang menghancurkan kawasan hutan lindung ini.

Untuk itu, dirinya langsung memerintahkan agar Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto segera turun ke lokasi menutup habis tambang tersebut dan menangkap para pelakunya.

“Informasi ini sudah saya teruskan ke Polres Bangka Barat agar ditindak tegas sekarang juga. Ybs (Yang bersangkutan), yakni Kapolres Bangka Barat sudah saya suruh tindak dengan tegas sesuai aturan hukumnya,” tegas Kapolda dalam pesan singkat kepada Rakyat Pos, saat dikonfirmasi Senin.

Jenderal bintang satu yang belum genap satu tahun memegang tongkat kepemimpinan tertinggi di Polda Babel ini menegaskan, bahwa tambang yang merusak kawasan hutan lindung ini harus segera dihentikan dan ditutup selama-lamanya.”Ya…Saya sudah perintahkan untuk ditindak,” tegasnya. (wan/1)

Related posts