by

Polisi Bersihkan Lumpur Banjir Muntok

-NEWS-376 views

Di Bateng, Rumah dan Jalan Masih Tergenang

Jjajaran Kepolisian Resor Bangka Barat (Polres Babar) dikerahkan untuk membantu masyarakat membersihkan pasir dan lumpur di jalan raya pascabanjir bandang yang menimpa Kota Muntok, Minggu (11/3/2018). Selain agar jalanan kota terlihat bersih kembali, turunnya sekirat 100 personel Polres bersama warga ini untuk membuang puing banjir yang dapat membahayakan keselamatan pengendara.
“Pembersihan pasir, lumpur dan sampah di pusat kota kami harapkan bisa membantu menciptakan lingkungan dan jalan raya yang bersih dan nyaman sehingga meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan,” ungkap Kapolres Bangka Barat melalui Kepala Bagian Operasi Kompol Pebriandi Aloho, Senin kemarin (12/3/2018).
Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Bangka Barat didampingi para perwira. Kapolres bahkan ikut membersihkan ruas jalan utama di pusat pertokoan, sekitar Masjid Jami dan Kampung Ulu, meski hujan cukup deras masih mengguyur Muntok. Tampak juga para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Barat dan sejumlah warga bergotong royong.
“Kami turunkan personel membantu membersikan jalan Pasar Muntok dan Kampung Ulu yang terjadi penumpukan pasir agar tidak licin dan membahayakan masyarakat yang melintas di jalan,” kata dia.
Selain membangun kepedulian melalui gotong-royong membersihkan sampah, pada malam sebelumnya personel Polres juga membagikan nasi bungkus dan bantuan makanan kepada warga terdampak banjir. Ratusan paket bahan makanan dibagikan kepada warga yang tinggal di Kampung Ulu, Tanjung dan sekitar Pasar Muntok.
“Bingkisan nasi bungkus dan sembako ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang diharapkan bisa meringankan beban para korban,” terangnya.
Dalam pantauan wartawan, rumah warga di Kampung Ulu, Culong dan Tanjung pascabanjir kemarin masih ada yang terendam walaupun tidak separah sebelumnya. Warga korban banjir mulai membersihkan bagian dalam dan halaman rumah yang dipenuhi lumpur dan pasir.

Masih Tergenang
Hal serupa dilakukan warga Kelurahan Koba, Arung Dalam, Berok, Nibung, Padang Mulya dan Simpang Perlang di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah yang rumahnya juga sempat terendam banjir. Warga berusaha mengeringkan air di dalam rumah dan membersihkan lumpur-lumpur yang masuk ke dalam rumah.
Selain rumah, banjir masih menenggelamkan badan jalan di Bangka Tengah yakni di ruas jalan raya Nibung Koba, Parit 3 Sungai Selan, Desa Kerakas, Tanjung Pura, Melabun dan Simpang Gedong, serta rua jalan Simpang Perlang.
Dalam pantauan wartawan harian ini di lokasi banjir Jalan Raya Nibung sekitar pukul 17.09 WIB kemarin, terlihat air memang sudah mulai surut. Lalu lintas kendaraan pun berlangsung lancar, meski ada beberapa kendaraan roda dua yang mogok saat melintas, sehingga dibantu tim gabungan yang siaga di lokasi.
Kepala BPB Kesbangpol Bangka Tengah, Amran saat dikonfirmasi Rakyat Pos menyebutkan ketinggian air yang merendam rumah warga hingga kemarin petang masih dibawah betis orang dewasa atau setara 30 cm.
“Ketinggian air yang merendam rumah diatas mata kaki, sekarang kondisi sudah mulai surut. Jadi, ada 2 kecamatan yang kena banjir yakni Kecamatan Koba dan Sungai Selan,” ujarnya di lokasi.
Ia menghimbau masyarakat tetap bersiaga karena menurut informasi dari BMKG intensitas hujan masih tinggi di Bangka Tengah. Ditambah lagi salah satu penyebab banjir karena adanya proses pendangkalan aliran air. Termasuk ada 5 titik terendamnya badan jalan karena amblasnya jembatan.
Menurut dia, Pemkab Bangka Tengah juga menerjunkan sejumlah kendaraan untuk membantu warga yang ingin menyeberang ketika jalanan terendam banjir. Kendaraan itu diserahkan kepada tim gabungan dari Polres Bangka Tengah, Polsek Koba, TNI, BNPB dan Sat Pol PP, terutama di Jalan Raya Desa Nibung.
“Kemudian belasan rumah akan ditangani oleh BNPB, kalau ngungsi sejauh ini belum ada. Ada 5 kendaraan disiapkan (untuk membantu menyeberang), sekarang masih dua. Ini murni gratis dan arahan Pak Bupati minta ditekan jangan sampai ada istilah bayar bagi pengendara. Makanya kita siapkan mobil khusus yang beroperasi dari pagi hingga jam 24.00 WIB,” tukasnya.
Pengerahan kendaraan itu kata Amran dalam upaya menekan adanya pungutan liar bagi pengendara untuk jasa angkutan penyeberangan di lokasi banjir.
Dilain pihak, PT Timah Tbk menyiapkan personel ERG (Emergency Response Group) sebagai upaya siaga banjir susulan di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. Hal ini lantaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Belitung akan kembali diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Hujan deras yang turun di Belitung dalam dua hari terakhir, ditambah dengan air laut pasang, menyebabkan banjir di dua wilayah. Yakni di Kampung Amau, Kelurahan Damai, dan Kampung Parit, Kelurahan Parit.
Menurut Ketua IKT Wilayah Belitung Yuwanda, banjir yang melanda Kampung Amau dan Kampung Parit, lebih disebabkan fenomena alam.
”Dua kampung ini bisa dibilang tempat tumpahan air, dan belum memiliki waduk penampungan air. Jadi, setiap hujan deras, debit air pasti meningkat,” tutur Yuwanda saat dihubungi di Tanjung Pandan, Senin (12/3/2018).
Banjir setinggi lutut orang dewasa yang melanda Kampung Amau, dan Kampung Parit, berlangsung selama dua jam, yakni pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
”Kemarin siang PT Timah sudah menurunkan tim ERG untuk segera melakukan evakuasi. Puncak-puncak banjir jam 2 siang, namun sudah surut jam 4 sore. Untungnya air laut belum pasang, jadi surutnya cepat,” jelasnya.
Kendati banjir sudah surut, tim ERG PT Timah tetap siaga hingga pukul 22.00 Wib. Sebab, dikhawatirkan hujan deras akan kembali turun.
”Alhamdulillah hujan deras tidak turun lagi. Namun kami akan tetap siaga karena prediksi BMKG, malam ini hingga beberapa hari ke depan masih akan turun hujan dengan intensitas tinggi,” kara Yuwanda.
Terpisah, Kabid Humas PT Timah Tbk Anggi Siahaan menambahkan, pihaknya juga sudah menurunkan tim ERG untuk bencana banjir di Muntok Bangka Barat, dan Nibung Bangka Tengah. ”Kami membuka posko pengobatan dan dapur umum di sana,” ucapnya. (ran/rls/ant/1)

Comment

BERITA TERBARU