Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pengeroyokan di Gang Belida

  • Whatsapp
Jajaran Polsek Tanjungpandan menggelar press release atas keberhasilan mengamankan pelaku pencurian di Jalan Veteran sekaligus pelaku pengeroyokan di Gang Belida Desa Air Raya, Senin (29/07/2019).(foto: dodi).

TANJUNGPANDAN – Polsek Tanjungpandan berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian di Jalan Veteran sekaligus pelaku pengeroyokan di Gang Belida Desa Air Raya, Senin (29/07/2019).

Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko mengatakan, hal ini, berawal dari laporan seorang korban pengeroyokan di Desa Air Raya Gang Belida.

Setelah mendapatkan laporan itu, dirinya langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan didapati dua nama pelaku, yaitu Beni Wibawa alias Beben dan Putra.

“Ada korban pengeroyokan mendatangi SPKT Polsek Tanjungpandan dan melaporkan tindakan pengeroyokan itu. Kemudian kita lakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko kepada Rakyat Pos, Rabu (31/07/2019).

Menurut Agus Handoko, Beben merupakan seorang resedivis. Bukan hanya satu kali, namun Beben sudah sebanyak tiga kali menjadi penghuni Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dengan kasus yang berbeda.

“Berdasarkan data yang ada di Polres Belitung, pelaku merupakan resedivis. Sudah tiga kali masuk Lembaga Pemasyarakatan,” ujar Agus Handoko.

Selama masa penyelidikan, sejak tanggal 14 Juli 2019, Polsek Tanjungpandan juga menerima laporan dari warga bernama Zulfa Putri, kasus pencurian dirumahnya jalan Veteran terjadi pada tanggal 18 Juli 2019, dan dari hasil penyelidikan ternyata pelakunya pun sama dengan pelaku pengeroyokan.

“Berjalannya waktu, kemudian ada masyarakat lagi yang melaporkan kasus pencurian di jalan Veteran pada tanggal 18 Juli 2019 dari olah TKP pelaku mencongkel pintu belakang dan mengambil sebuah handfhone. Dari hasil penyelidikan ternyata dugaan mengarah ke pelaku yang sama yaitu Beben,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, akhirnya polisi mengetahui keberadaan pelaku Beben. Pada saat akan dilakukan penangkapan pelaku sempat melarikan diri dan terjadi kejar-kejaran dengan petugas Polsek Tanjungpandan.
“Bahkan, pelaku sempat meloncati tembok pagar rumah dinas pak Danlanud di Jalan Veteran,” jelasnya.

Saat hendak kabur anggota Polsek Tanjungpandan lalu meneriaki pelaku dan didengar oleh petugas yang berjaga dirumah dinas tersebut. Seketika petugas yang berjaga ikut menangkap pelaku.

“Berkat kesigapan anggota dan di bantu oleh petugas yang berjaga di rumah dinas Danlanud akhirnya pelaku tertangkap,” lanjutnya.

Setelah itu, petugas Polsek Tanjungpandan meminta kepada pelaku untuk menunjukan barang bukti yang disembunyikan namun pelaku berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas. Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas melumpuhkan pelaku dengan timah panas dikaki pelaku

“Saat kita minta pelaku menunjukan barang bukti dan rekan pelaku yang melakukan pengeroyokan pelaku mencoba melarikan diri dan mengancam petugas dengan senjata tajam disitulah petugas memberikan tindakan tegas terukur,” jelasnya.

Kini pelaku dilakukan penahan di Polsek Tanjungpandan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sedangkan Putra yang merupakan teman pelaku saat melakukan pengeroyokan sudah kita terbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kini sudah kita tahan dan dilakukan penyidikan. Sedangkan pelaku Putra kita sudah keluarkan sebagai DPO. Pelaku kita jerat dengan dua laporan polisi pasal 170 tentang pengeroyokan dan primer 362, primer 363 subsider 362, kasus pencurian,” pungkasnya

Disamping itu, Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana memberikan imbauan kepada masyarakat agar masyarakat harus lebih berhati-hati.

Selain itu juga, diharapkan kepada masyarakat untuk segera melaporkan kejadian-kejadian tindakan kriminal kepada pihak kepolisian.

“Diharapkan kepada masyarakat agar berhati-hati dan lebih sadar akan hukum. Dan juga segera melaporkan tindakan kriminal yang dialaminya ke kantor polisi terdekat,” kata Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana.

Dirinya juga melarang masyarakat untuk menyebarkan atau memviralkan tindak kejahatan yang terjadi ke media sosial, dikarenakan itu akan mengganggu proses penyelidikan yang akan dilakukan oleh aparat.

“Masyarakat bisa langsung melaporkan ke Polsek terdekat, bhabinkamtibmas atau call center kami. Tidak menggunakan media sosial, karena media sosial nanti juga akan menghambat kita dan pelaku bisa mengelabui kita dan bisa melarikan diri keluar daerah,” pungkasnya. (dodi/3)

Related posts