Polisi Amankan 6 Tsk dan 20 Gram Sabu

  • Whatsapp
Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono memperlihatkan tersangka dan barang bukti yang berhasil diamankan dari Operasi Antik yang digelar Februari hingga awal Maret 2020.(foto: dodi)

TANJUNGPANDAN – Selama operasi antik yang digelar Februari hingga awal Maret 2020, Sat Res Narkoba Polres Belitung mengamankan enam orang tersangka (Tsk). Dan usai operasi, Polisi kembali mengamankan dua orang pelaku penyalagunaan barang haram tersebut.

Pada saat Konferensi Pers, yang digelar di Mapolres Belitung, Rabu (11/3/2020) polisi merilis nama-nama pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Serta barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dan belasan handphone.

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono mengatakan, dari hasil Operasi Antik 2020 jajarannya mengamankan kurang lebih 20 gram sabu. Dan beberapa unit handphone dari masing-masing tersebut.

Ke enam tersangka tersebut masing-masing berinisial S, DJ, ES, YW, AP dan KR. Mereka merupakan warga yang berdomisili di Tanjungpandan. Keenam pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka ini, ditangkap setelah mendapat informasi dari masyarakat.

Baca Lainnya

Dijelaskan AKBP Ari, pada tanggal 24 Februari polisi mengamankan S dan DJ saat hendak transaksi disalah satu kawasan di Tanjungpandan. Setelah itu, polisi langsung melakukan pengembangan dan menangkap S dan YW beberapa jam kemudian.

“Keesokan harinya, kami kembali mengamankan AP dan KR. Itu hasil dari operasi anti narkoba. Dari tangan tersangka selain sabu, juga ditemukan tembakau gorila,” kata AKBP Ari saat Konferensi Pers, Rabu (11/03/2020).

Selang beberapa hari usai operasi antik, Jajaran Satres Narkoba Polres Belitung kembali menangkap pelaku penyalagunaan barang haram tersebut. Mereka adalah AS dan FC. Dari tangan keduanya berhasil diamankan sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu.

“Setelah mereka diamankan, kita lakukan tes urin. Dari hasil tes seluruh tersangka yang kita amankan positif mengkonsumsi narkotika,” kata pria asal Jawa Tengah ini.

Dia menambahkan, dari pengakuan beberapa tersangka mereka mendapatkan barang haram tersebut dari Pulau Bangka. Yakni masuk melalui jalur laut. Setelah itu diedarkan di Kabupaten Belitung.

“Atas perbuataannya seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 112 dan 114 Undang-undang Nomor 35 Tentang Narkotika. Ancaman hukuman sepuluh tahun penjara,” pungkasnya. (dodi/3)

Related posts