Polemik Tambah Kuota PPDB SMPN 1 Koba, Dindik Sebut karena Desakan Orangtua

  • Whatsapp
Pertemuan Disdik Bateng dengan orangtua siswa di ruang pertemuan SMPN 1 Koba, Rabu (17/7/2019).(foto: Muhammad Tamimi)

KOBA – Pro kontra penambahan 68 siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 1 Koba mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).  Pihak Dindik beralasan penambahan kuota itu atas dasar desakan para orangtua.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan dengan orangtua siswa yang masuk kuota tambahan di ruang pertemuan SMPN 1 Koba, Rabu (17/7/2019). Perwakilan dindik, dalam pertemuan itu menyebutkan  sudah memberikan penjelasan kepada sekolah pada rapat beberapa waktu lalu.

“Terkait ada penambahan kuota siswa di SMPN 1 Koba merupakan desakan orangtua. Pembicaraan sudah dibahas lama termasuk pihak SMP Muhammadiyah pun sudah tahu,” ujar Sihombing, Kabid Pendidikan Menengah Dindik Bateng dalam pertemuan itu.

Karena desakan orangtua siswa tersebut, lanjut Sihombing diyakini tidak menyalahi aturan. “Ini tidak menyalahi aturan karena penambahan ini adalah paksaan dari orangtua,” ungkapnya.

Dia menerangkan, ada beberapa alasan para orangtua ngotot menyekolahkan anaknya ke SMPN 1 Koba karena biaya pendidikan yang tinggi dan faktor jarak.

“Setelah kita dengar bersama-sama keinginan para orang tua siswa dalam pertemuan ini termasuk kawan media juga mendengar,” tukasnya.

Sihombing menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan instruksi dari Peraturan Menteri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 dan Perubahan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019 tentang Zonasi PPDB. Karena Dinas Pendidikan tidak mau membiarkan anak-anak tidak sekolah, namun wajib sekolah.

“Siswa 68 orang ini sudah kami distribusikan ke sekolah negeri dan swasta sesuai zonasi terdekat. Seperti SMPN 2 Koba, SMP Muhammadiyah dan sekolah lain yang kuotanya kurang. Namun lagi-lagi orangtua siswa ngotot mau nyekolahkan anaknya ke SMPN 1 Koba dengan alasan biaya mahal di sekolah swasta dan faktor jarak,” tukasnya. (ran)

Related posts