by

Polda Babel Kembali Bongkar Prostitusi Online

Mami & PSK Diamankan

PANGKALPINANG – Tim Satgas Gakkum Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk kesekian kalinya berhasil mengungkap dugaan tindak pidana prostitusi online, Kamis, (31/5)

Kali ini giliran SR alais RA (20) sang mami warga Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan, tidak bisa mengelak lagi setelah digerebek polisi dalam Operasi Pekat Menumbing 2018 di kamar nom9r 719 lantai 2 Hotel Galaxy di Jalan KH. Kholid Hamid Gang Haduma Pangkalpinang.

RA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online ini lantaran telah menawarkan pekerja seks komersial (PSK) dan mengambil keuntungan dari perbuatan ini. Selain RA, polisi juga membekuk seorang PSK, SW alias AM wanita asal Jalan Kampung/Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah ditempat yang sama.

“Tim Jatanras selaku Tim Satgas Gakkum Ops Pekat Menumbing 2018 telah mengamankan dua orang perempuan yang diduga terkait perkara tindak pidana prostitusi. Modus pelaku dengan menawarkan pelanggan laki-laki untuk melakukan dugaan hubungan badan (maaf) dengan seorang PSK,” ungkap Kasubdit III Jatanras AKBP Wahyudi mewakili Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Babel AKBP Budi Hariyanto kepada wartawan, Kamis (31/5).

Polisi berhasil mencium kasus ini setelah melacak pesan yang dikirimkan sang mucikari prostitusi online melalui chat whatsapp (WA) yang menawarkan PSK dengan harga tertentu kepada pelanggan laki-laki.

“Pelaku meminta bayaran Rp 300.000,-.
Setelah disepakati PSK yang dipilih pelanggan, SW alias AM dengan harga Rp 700.000 dan setelah pelanggan menentukan tempat eksekusi (Hotel), maka pelaku mengantar sendiri PSK nya kepadapelanggan,” tuturnya.

Pelaku juga, menurut Wahyudi mendapat bayaran tambahan sebesar Rp 100.000 dari PSK.

“Setelah mereka bertransaksi, kami melakukan penangkapan paksa terhadap SR dan juga menangkap SW alias AM di dalam kamar hotel dengan disaksikan dari pihak hotel. Kami juga melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti guna pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang disita SR alias RA berupa satu buah tas jinjing warna hitam berisi alat alat kosmetik, satu buah handphone dab delapan lembar uang pecahan Rp. 50.000 total Rp. 400.000.

Sedangkan barang bukti yang disita dari SW alias AM diantaranya satu unit hp, 14 lembar uang pecahan Rp. 50.000, dengan total jumlah Rp. 700.000, satu unit sepeda motor.

“Untuk maminya sementara ini kami persangkakan sebagai orang yang menjadikan pencahariannya dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan cabul oleh orang lain dengan orang lain, sebagaimana dimaksud Pasal 296 jo pasal 506 KUHP. Sekarang ini tersangka dan barang bukti telah diamankan ke Mapolda guna pemeriksaan lebih lanjut,” tandas Wahyudi. (bis/7)

Comment

BERITA TERBARU