Polair Tangkap Dua Kapal Trawl

  • Whatsapp
Anggota Ditpolair menunjukkan salah satu bagian jaring trawl sebagai bukti tindak pelanggaran UU Perikanan. Sebanyak dua unit kapal trawl ditangkap kapal patroli Polair di perairan Desa Permis, Bangka Selatan. (Foto: Bambang Irawan)

Bermuatan 160 Kilogram Ikan
Dua Nahkoda Jadi Tersangka

PANGKALPINANG – Direktorat Kepolisian Perairan Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Ditpolairda Babel) mengamankan dua unit Kapal Trawl di Perairan Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pada Rabu (11/1/2017) sekitar pukul 06.00 WIB.
Dua unit kapal penangkap ikan tersebut ditangkap oleh Kapal Patroli (KP) XXVIII – 2006 yang sedang melakukan patroli rutin pada titik koordinat 02 43′ 039″ Selatan 105.5’298″ Timur dan titik koordinat 02.43’039″ Selatan 105.53’000 Timur. Saat itu kapal patroli memergoki awak kapal sedang mencuri ikan di perairan itu. Selain mengamankan dua unit kapal trawl, penyidik juga telah mengamankan nahkoda dan anak buah kapal (ABK) guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Satuan Patroli (Kasatrol) Ditpolairda Babel, AKBP Irwan Nasution mengatakan, dua unit kapal trawl yang ditangkap dalam patroli rutin itu, yaitu Kapal Motor (KM) Windaria 1 dan KM Windaria 3.
“Dua kapal trawl ini kita tangkap ketika anggota kita sedang melakukan patroli dengan kapal patroli. Dua kapal ini diamankan lantaran diduga telah melanggar ketentuan yang berlaku di laut lantaran menggunakan jaring trawl yang dilarang,” kata Kasatrol ketika ditemui Rakyat Pos, Kamis (12/1/2017).
Adapun Kapal Wandaria 1 dinahkodai oleh Kapten MS alias YT (29) warga Desa Sungsang Kecamatan Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan dan 2 ABK, yakni Jn dan Ml asal Palembang.
Di kapal ini, polisi mendapati barang bukti (BB) yang kini sudah diamankan berupa 1 unit jaring trawl dan pemberat serta ikan hasil tangkapan sebanyak 150 kilogram (kg).
Sedangkan KM Wandaria 3 dengan ukuran kapal 7 Grosston (GT) dinahkodai Kapten HD alias AD (29) warga asal Kelurahan Marga Sungsang, Kecamatan Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dan 3 ABK, yakni PN, HR dan SM kesemuanya warga Palembang. Di kapal ini, BB yang diamankan berupa jaring trawl dan pemberat serta ikan hasil tangkapan sekitar 10 kg.
“Untuk sementara ini barang bukti dan awak kapal telah kita amankan dan sedang menjalani proses penyidikan oleh anggota Gakkum Ditpolair Polda Babel. Sedangkan untuk dua unit kapal masih diamankan di Pos Pelabuhan Permis,” ungkap AKBP Irwan Nasution.
Ditegaskan Irwan, penyidik Ditpolair menjerat dua tersangka dengan Pasal 92 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 2004, Pasal 93 Ayat 1 dan Pasal 85 UU Nomor 45 Tahun 2009 perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun, 6 tahun dan 8 tahun serta denda sebesar Rp2 miliar.
“Tersangka yang kita tetapkan hanya dua nakhodanya dan ABK hanya dimintai keterangan sebagai saksi. Mereka ini diduga tidak memiliki SIUP, SIPI dan menggunakan alat tangkap berupa jaring trawl yang dilarang untuk menangkap ikan,” tegasnya.
Lebih lanjut Irwan menghimbau kepada seluruh nelayan untuk tidak menggunakan jaring trawl dalam menangkap ikan, lantaran akan merusak ekosistem laut.
“Kalau sekarang nelayan masih menggunakan jaring trawl, kami harapkan untuk segera merubah dengan jaring yang memang diperbolehkan. Jaring trawl ini selain bisa mengambil ikan-ikan yang masih kecil, juga bisa merusak ekosistem bawah laut seperti merusak karang,” tukas Nasution. (bis/1)

Related posts