Pola Pengasuhan Berkualitas Harus jadi Konsep

  • Whatsapp
Bupati Ibnu Saleh didampingi Hj. Iriani Melita, Wakapolres, Kadin Pendidikan, Iskandar, dan Kepala OPD lainnya, foto bersama disela-sela meghadiri Peringatan Hari Anak tahun 2019. (foto: tamimi).

Asuh Anak Disertai Rasa Kasih Sayang

KOBA – Dalam peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Serbaguna Pemkab Bangka Tengah, Jum’at (18/10/2019), agar memberikan makna yang mendalam selain kegiatan seremonial rutin setiap tahun, Bupati Ibnu Saleh berpesan kepada para orang tua agar dalam mengasuh anak disertai dengan rasa kasih sayang.

“Anak yang diasuh dengan penuh rasa kasih sayang dan cinta kasih, tanpa kekerasan serta tanpa kemanjaan, maka akan membentuk anak yang resistensi atau memiliki daya tahan yang sangat tangguh,” ujar Bupati Ibnu Saleh disela-sela membuka kegiatan Hari Anak Nasional di Gedung Serbaguna Pemkab Bangka Tengah, kemarin.

Katanya, anak yang diasuh tanpa kekerasan dan dimanjakan akan menjadi pribadi yang unggul, dalam kondisi sesulit apapun, anak yang hidup dalam keluarga penuh cinta akan tumbuh menjadi anak yang penuh empati, berani, unggul, dan sehat jiwa raganya.

“Yang kita peringati tidak hanya mendatangkan kemeriahan saja, namun ada misi yang lebih mulia pada penyelenggaran hari anak yang bertujuan untuk menumbuhkan, kepedulian, kesadaran, dan peran aktif setiap individu, keluarga, masyarakat serta dunia usaha,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pemerintah dan negara menciptakan lingkungan yang berkualitas khususnya keluarga yang ramah anak untuk mewujudkan generasi baru, yaitu generasi unggul, seperti dalam tema kegiatan ini “Keluarga Ramah Anak, Anak bahagia. Kita Anak Indonesia kita Gembira”.

“Pola pengasuhan yang berkualitas harus menjadi konsep bagi setiap keluarga di Indonesia khususnya di Bangka Tengah dan menciptakan generasi yang unggul, penguatan keluarga harus ditingkatkan lagi, sehingga peran dan fungsi keluarga akan berjalan dengan baik dalam pembentukan karakter anak, karena garda terdepan pembentukan pribadi anak adalah keluarga,” tukasnya. (ran/3).

Related posts