Pol PP Tertibkan Tambang DAS

  • Whatsapp

Aktivitas di Situs Kota Kapur
Sempat Dikepung Oknum Warga

MENDOBARAT – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dibantu Polisi Militer (PM) berhasil mengamankan lokasi tambang di wilayah daerah aliran sungai (DAS) dan aktifitas tambang yang berada di wilayah situs dilindungi Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Senin (17/6/2019).

Pol PP yang diterjunkan sejumlah dua plenton dengan menggunakan dua kendaraan Dalmas dan dua kendaraan operasional roda empat sampai di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Sampai di lokasi tersebut, memang benar aduan masyarakat bahwa ada kegiatan penambangan yang merusak DAS. Lebih–lebih, wilayah tersebut hanya beberapa ratus meter dari situs Kota Kapur.

Kepala Satuan Pol PP Babel, Yamowa’a Harepa sesampai di lokasi langsung memerintahkan pasukannya untuk mengangkat semua mesin dan peralatan tambang lainnya. Tim bergerak cepat dengan dibantu pengawasan dari PM.

Setelah hampir 3 jam berada di lokasi dengan medan yang cukup sulit, akhirnya Pol PP berhasil mengangkat 4 mesin robin, 5 mesin tambang dan 6 pompa dengan penuh perjuangan.

Kepada media, Yamowa’a mengatakan mereka datang ke lokasi karena mendapat aduan dari masyarakat bahwa di wilayah mereka DAS sudah terganggu, bahkan tidak jauh dari situs Kota Kapur.

“Kita menertibkan hal ini berdasarkan aduan dari masyarakat. Setelah kita cek ke lapangan memang masih beroperasi, padahal beberapa hari sebelumnya personil kita sudah mengingatkan untuk tidak lagi menambang. Ternyata peringatan kita tidak ditanggapi, maka sebagai penegak Perda, kami hari ini melakukan penertiban,” kata Kasat didampingi Kabid Penindakan dan Kabid Gangguan Masyarakat serta Kabid Perda.

Setelah ditertibkan, Pol PP langsung memberikan surat pernyataan agar di lokasi tersebut tidak lagi ditambang. Karena selain merusak wilayah situs Kota Kapur, juga mengganggu fasilitas pemandian umum serta DAS di desa setempat.

Menariknya, dari pantauan media yang ikut penertiban yang dilakukan oleh Pol PP tersebut, para penegak perda mendapat respon negatif dari beberapa oknum warga sekitar. Personil Pol PP mendapat intimidasi. Bahkan beberapa ada yang sengaja berkerumun dan memukul–mukul tong air sembari berteriak.

Namun beruntung, provokasi yang dilakukan beberapa oknum warga tersebut tak bertahan lama karena bisa diredam dengan pendekatan persuasif dan dialog human interest oleh Kasat Pol PP, Yamowa’a.

Tampak Yamowa’a berdialog, merangkul seorang oknum warga yang tampak sangat emosional sejak pertamakali tim penertiban turun. Tak lama, emosi oknum warga tersebut pun mereda setelah diberikan pengertian mengenai tugas serta wewenang mereka selaku penegak peraturan daerah. Perlahan kelompok warga mulai tenang dan mengikuti proses penertiban hingga selesai.

“Seperti kondisi ini, kita memang harus mengkedepankan pendekatan emosional dengan tetap menjaga keselamatan personil saya. Suasana yang panas tambah cuaca panas harus dibikin adem,” tandas Yamowa’a. (rls/6)

Related posts