by

Pol PP Tertibkan Pedagang Anggur di Jalan Selindung

Personel Satpol PP Kabupaten Bangka saat menertibkan sejumlah pedagang anggur di ruas Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang, Kamis pagi (8/11/2018). (foto: Zuesty Novianty)

Berada di Jalur Cepat
Buah Terindikasi Mengandung Formalin

MERAWANG – Satpol PP Kabupaten Bangka melakukan penertiban kepada sejumlah pedagang yang berjualan anggur di ruas Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang, Kamis pagi (8/11/2018). Petugas meminta kepada para pedagang mulai Jum’at (9/11/2018) tidak berjualan di lokasi tersebut.

Penertiban dilaksanakan setelah Satpol PP Bangka menerima informasi dari masyarakat perihal aktivitas pedagang yang dianggap mengganggu pengguna jalan dan membuat lingkungan menjadi tidak bersih. Sebanyak 20 orang personel dikerahkan dalam penertiban tersebut.

“Kita melakukan pengecekan pedagang anggur di sepanjang Jalan Raya Selindung Desa Pagarawan ini karena banyak laporan masyarakat mereka berjualan di bahu jalan. Karena ini jalur cepat maka sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” kata Kepala Satpol PP Bangka melalui Kabid Penegakan Perda, Achmad Suherman di sela-sela kegiatan.

Herman menambahkan, pihaknya juga mencurigai anggur yang dijual lebih rendah dari harga pasar sehingga kualitasnya pun belum terjamin sehat. Harga yang dijual pedagang untuk satu kilogram Rp 30.000 sementara di pasaran harga buah anggur mencapai Rp 60.000-Rp 70.000 per kilogram.

“Pedagang musiman ini dari Aceh dan terpaksa kita upaya paksa represif. Kita beri waktu sampai hari ini (kemarin-red). Anggur dari tujuh pedagang tersebut melalui test kit Dinas Pangan Kabupaten Bangka terindikasi anggurnya menggunakan bahan pengawet formalin walaupun pedagang berdalih masih di ambang batas aman,” jelasnya.

Di singgung seperti apa tindaklanjut temuan awal untuk anggur yang menggunakan bahan formalin tersebut, Suherman menyatakan apabila hendak dibuktikan harus dengan penelitian lebih lanjut. “Tadi pedagang juga kami beri tahu hasil test kit soal dugaan kandungan formalin pada anggur mereka, tapi mereka mengakui hal itu masih diambang batas. Jadi menurut mereka masih bisa untuk dijual namun tetap kita larang karena mereka pun berjualan mengganggu pengguna jalan,” tegasnya.

Pantauan wartawan di lapangan, tampak cukup banyak anggur yang dijual para pedagang asal Aceh ini. Posisi penjual berada di kiri dan kanan Jalan Raya Sungailiat Pangkalpinang dekat dengan Jembatan Selindung. Pedagang menggelar lapaknya menggunakan kotak-kotak tempat buah. Tampak juga beberapa masyarakat singgah untuk membeli dagangan tersebut.(2nd/10)

Comment

BERITA TERBARU