by

Pol PP Temukan Wanita THM Tanpa Domisili

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belitung saat mengintrogasi sejumlah minuman wanita dari tempat hiburan malam atau yang lebih dikenal dengan cafe remang-remang lantaran saat razia mereka kedapatan tidak memiliki domisili.(foto: dod).

Saat Razia Ketertiban Umum
Asal Luar Daerah Babel

TANJUNGPANDAN – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Belitung mengamankan sejumlah minuman beralkohol dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) belasan wanita dari tempat hiburan malam (THM) atau yang lebih dikenal dengan cafe remang-remang ini, tanpa domisili.

Hal ini ditemukan saat petugas Pol PP melakukan razia ketertiban umum dibeberapa cafe remang-remang tersebut pada Minggu (11/2/201).

Razia dilakukan karena tempat hiburan malam tersebut ada yang tidak memiliki izin serta operasionalnya melewati jam batas buka pukul 24.00 Wib.

“Kita lakukan razia, karena mereka yang punya izin bukanya sudah melewati batas dari pukul 24.00 Wib,” kata Kasat Pol PP Kabupaten Belitung, Alkar kepada Rakyat Pos, Senin (12/02/18).

Menurut Alkar, saat petugas melakukan hal itu banyak yang melanggar aturan serta di dapati sejumlah minuman beralkohol juga para pekerja perempuan asal luar daerah Babel yang tidak mempunyai domisili.

“Kita dapati minuman dan para pekerja wanita dari luar daerah, di eks cafe Bermuda ada 9 wanita dan 19 botol bir hitam,11 botol bir, dan 2 kampil minuman tuak. Di UPT Tanjung Pendam cafe Pandan Wangi 48 botol bir dan 1 wanita , di cafe Rantau 16 botol bir, di cafe Berantun 16 botil bir, di cafe Kalamoa 13 botol bir, 5 botol bir hitam, 5 botol stout.di cafe Garuda 7 wanita,” urai Alkar.

“Kalau minuman mereka tidak memiliki izin jualnya. Kalau pekerja wanita mereka kita tidak punya domisili, jadi kita panggil untuk diminta menandatangani surat pernyataan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Alkar pun akan memberikan surat peringatan kepada cafe-cafe tersebut, agar mengikuti aturan yang ada.

“Hari ini kami layangkan surat penghentian sementara hingga selesai pengurusan perizinan untuk tempat hiburan eks cafe Bermuda. Kalau Garuda ini peringatan yang ke tiga, mereka sudah tiga kali buka melewati batas waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi oleh Rakyat Pos, Cici (20) wanita asal Kota Bandung itu mengaku, baru datang ke Kabupaten Belitung untuk bekerja di tempat hiburan malam.

Dirinya terjaring razia dikarenakan tidak memiliki domisili dari kepala Rt setempat. “Sebelumnya di Jembatan Pilang, baru satu bulan di Belitung, uda minta surat tapi belum bisa, harus tinggal selama 3 bulan dulu baru bisa dikasih surat domisili,” kata Cici.

Cici menjelaskan, dirinya bekerja di tempat hiburan malam tersebut lantaran ikut bersama temannya yang datang dari daerah yang sama.

” Ikut temen dari kampung, keluarga sudah tahu kalau disini kita kerja di tempat seperti ini (THM). Untuk tempat tinggal saya tinggal di tempat hiburan itu, ada messnya,” pungkasnya lagi.(dodi/3)

Comment

BERITA TERBARU