by

Pol PP Kembali Tertibkan Tambang Liar Bukit Duren

-Belitong-160 views
Satpol PP Beltim mengangkut peralatan tambang liar hasil penertiban di kelapa kampit, Kamis (5/7/2018).(foto: dny).

KELAPAKAMPIT – Satuan Pomong Praja (Satpol PP) Belitung Timur (Beltim) kembali tertibkan Tambang liar di Dusun Bukit Duren Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit, kamis (5/7/2018).

Seizin Kasat Pol PP Beltim, Kasih Opsnal Satpol PP Nazirwan saat ditemui wartawan menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan berawal adanya laporan Kepala Desa Mentawak Dairobi kepada Bupati Beltim Yuslih Ihza.

Dikatakan Nazirwan, Penertiban dilapangan dilakukan bersama Bhabinkamtibmas Kelapa Kampit, Bhabinsa, beserta perangkat kecamatan dan desa Mentawak.

“Kita sempat mengamankan dua set mesin, tapi setelah kita ketemu dengan koodinatornya, mereka minta kebijakan agar mesinnya tidak dibawa, karena mau bertemu dengan Bupati malam ini (5/7/2018),” pungkas Nazirwan.

Namun, belum ada hasil dari pertemuan tersebut, mereka sepakat tidak akan melakukan kegiatan penambangan, apabila ada kegiatan penambangan, mereka akan mengikuti proses sesuai dengan ketentuan yang ada.

Dilanjut Nazirwan, Satpol PP Beltim dalam kegiatan ini melaksanakan Perda no 1 tahun 2015 tentang pengawasan dan pembinaan ketertiban umum.

Dimana didalam objek dari Perda tersebut, ada salah satu kegiatan tidak boleh melakukan kegiatan perusakan lingkungan, didaerah kawasan DAS itu yang kita tegakkan.

“Yang pasti kami tekankan disitu tidak ada aktifitas tambang di daerah itu, karena menurut informasi dari kadusnya, wilayah itu masuk dalam kawasan DAS dan kawasan program TORA Desa,” kata Nazirwan.

Dilain tempat, Kepala Desa Mentawak, Dairobi mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang sudah menertibkan wilayah desa mentawak yang bukan wilayah tambang (DAS-red).

Menurut Dairobi pada tahun 2013 lalu, dimasa Kades sebelumnya, kawasan tersebut pernah ditertibkan bahwa dilahan itu tidak boleh dilakukan aktivitas tambang.

“Selain bukan daerah Tambang, kawasan tersebut merupakan DAS, dan masyarakat dusun bukit durian sepakat semuanya sudah mendatangani, saya selaku kades baru tinggal meneruskan, kalau dahulu dilarang kok sekarang bisa ?,” ujar Dairobi.

Dairobi mengatakan, silahkan menambang, Kades tidak melarang tetapi didaerah IUP PT Timah atau IUP pertambangan.

“Sebelumnya kami pernah megadakam negosiasi, tidak melakukan penertiban. pendekatan dan pencerahan kepada mereka, namun mereka tidak mengindahkan hal itu,” kata Dairobi.

Dairobi sebelumnya pernah bertanya pada pihak kehutanan, yang juga melarang ativitas menambang didaerah tersebut, karena untuk daerah resapan, karena penambang akan mampu menormalisasi daerah yang sudah ditambang mereka. (dny/3).

Comment

BERITA TERBARU