PNS Suguhkan Tart Logo PDIP, Dikritik

No comment 557 views

Kabag Rumah Tangga dan Hubal Protokol, Zairina didampingi Sekretaris DPRD Babel Syaifudin menyuguhkan kue berlogo PDIP kepada Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya yang didokumentasi dan diupload ke medsos, namun menuai kritik. (Foto: IST)

Saat Ketua DPRD Babel Ulang Tahun
Netralitas Sekwan Dipertanyakan Dewan

PANGKALPINANG – Niat ingin menyenangkan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya namun salah jalan, mungkin itulah yang dilakukan beberapa orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Para ASN atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu dibawah komando Sekretaris DPRD, diduga melanggar kode etik dan netralitasnya saat memberikan kue tart ulang tahun berlogo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke Didit Srigusjaya.
Padahal seharusnya, ASN yang dalam kesehariannya menjadi pelayan bagi masyarakat, tidak boleh terlibat dalam politik praktis dan menjunjung tinggi kode etik ASN, seyogianya bersikap netral saat bertugas. Tapi yang terjadi justru muncul dugaan keberpihakan terhadap salah satu pimpinan di DPRD, bahkan indikasi menjadi simpatisan partai politik.
Kronologisnya, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya Selasa (8/8/2017) kemarin merayakan hari jadinya ke-42. Tiba-tiba ia didatangi oleh jajaran pejabat teras sekretariat DPRD di ruangannya dengan membawa dua buah kue. Kue tart pertama dihiasi foto Didit, tapi kue lainnya berlogo PDIP yakni Banteng Hitam Moncong Putih dengan hiasan angka 42 dan lilin.
Sontak saja, foto yang diunggah salah satu akun di medsos tersebut menjadi viral kritik diperbincangkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel. Hingga sampai ke telinga para anggota dewan yang menilai PNS tidak etis melakukan hal itu dan idependensinya diragukan.
“Sebagai pimpinan, kita memang harus loyal. Tapi pimpinan ASN kan Sekda bukan ketua DPRD. Kalau untuk kedekatan ngasih kue ada foto Pak Didit biasalah, tapi kenapa harus ada kue logo partai. Itu yang beri kue kan PNS,” sebut salah satu pegawai di Pemprov Babel yang enggan disebut namanya.
“Harusnya menjaga kode etik ASN. Kalau kue itu dari Pak Didit masih bisa diterima, tapi itu kan kue yang memang dipesan khusus untuk Pak Didit dan ada logo partainya,” sebut ASN lainnya.
Menanggapi kritikan itu, Sekretaris DPRD Provinsi Babel Syaifudin ketika dikonfirmasi Rakyat Pos menjadi salah tingkah. Dia berkilah kalau kue yang diberikan pegawai DPRD Babel adalah kue yang telah disiapkan sejak awal oleh Didit Srigusjaya.
“Itu kue sudah ada, silahkan konfirmasi ke Pak Didit. Saya harus nemui pimpinan,” jawabnya singkat sembari berlalu meninggalkan wartawan.
Terpisah, anggota DPRD Provinsi Babel Antonius Uston ketika dimintai keterangannya tadi malam terkait perihal tersebut, mempertanyakan indepedensi dan netralitas Sekretaris DPRD. Jika kue tar ulang tahun yang disuguhkan tersebut dengan gambar gedung DPRD maupun logo Pemprov Babel tentunya lebih baik.
“Karena ketua DPRD ulang tahun, saya pun sudah ngirimkan SMS (Short Message Service) selamat kepada ketua. Tapi, alangkah eloknya kalau kue yang diberikan Pak Sekwan dan jajarannya itu kue berlogo pemerintah provinsi ataupun DPRD. Artinya, kue itu merupakan ucapan selamat dari seluruh jajaran sekretariat dan diwakili oleh Pak Sekwan. Kalau seperti itu kan tidak elok, seakan-akan ada keberpihakan kepada salah satu pimpinan dan simpatisan partai. Ya, kalau itu bukan logo partai alangkah eloknya dan kita juga berharap kepada Pak Didit semoga lembaga DPRD kedepannya lebih baik lagi,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Babel Ferdiyansyah ketika dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Ia hanya menyampaikan, bahwa kemungkinan persoalan tersebut tidak diketahui oleh Sekretaris DPRD.
“Ah gak komentarlah, mungkin beliau (Syaifudin-red) tidak tahu,” tukasnya.
Untuk diketahui, pemberian kue berlogo Banteng Moncong Putih atau PDIP itu diserahkan Kabag Rumah Tangga dan Hubal Protokol, Zairina didampingi Sekretaris DPRD Babel Syaifudin berseragam ASN lengkap kepada Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya kemarin yang didokumentasikan sejumlah pegawai. (ron/1)

No Response

Leave a reply "PNS Suguhkan Tart Logo PDIP, Dikritik"