PLN Hadir Untuk Menerangi Bangka Belitung

  • Whatsapp
Petugas PLN saat mengangkut mesin menuju pulau Kuil

PANGKALPINANG – Seiring dengan bertumbuhnya kebutuhan listrik di provinsi Bangka Belitung, PLN terus hadir untuk menerangi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Upaya melistriki daerah yang dikenal dengan negeri serumpun sebalai ini tidak selalu berjalan mulus. PLN Sempat mengalami masa-masa sulit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Periode tahun 2013 – 2014 misalnya, merupakan periode dimana daya yang ada tidak cukup untuk melayani permintaan pelanggan. Dalam kata lain, sistem dalam kondisi siaga. Sehingga apabila terjadi gangguan atau dilakukan pemeliharaan sistem pembangkit, mengakibatkan adanya manajemen beban.

Namun, periode sulit itu segera teratasi. Sejak tahun 2015 hingga 2019 pasokan listrik tercukupi. Hal tersebut karena PLN dengan cepat melakukan upaya-upaya perbaikan secara menyeluruh di berbagai bidang seperti peningkatan keandalan transmisi saluran udara tegangan tinggi, penambahan kapasitas pembangkit, dan penyalaan listrik di pulau-pulau terdepan, terluar, serta tertinggal (3T).

Pada sisi pembangkit, PLN Babel berhasil mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Mobile Power Plant. Tak tanggung-tanggung, total kapasitas yang dioperasikan sebesar 75 mega watt (MW), dengan rincian 2X25 MW di Pulau Bangka dan 1X25 MW di pulau Belitung.

Pada waktu itu Juni 2016, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara langsung datang ke Pangkalpinang, Bangka melakukan ground breaking pembangunan pembangkit tersebut dan meresmikannya secara serentak melalui video conference sembilan bulan kemudian pada Maret 2017.

“Hal ini merupakan langkah strategis, karena dengan beroperasinya pembangkit tersebut sistem di Bangka dan Belitung menjadi lebih stabil dan memiliki cadangan daya yang cukup. Sehingga apabila dilakukan pemeliharaan di salah satu pembangkit, sistem tidak akan terlalu terganggu”jelas General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Abdul Mukhlis.

Hal lain yang menjadi fokus perbaikan PLN adalah pada sistem penyaluran. Melalui sistem ini, listrik dievakuasi dari pembangkit ke pelanggan melalui saluran udara tegangan tinggi dengan tiang yang lebih tinggi, sehingga meminimalisir gangguan yang disebabkan oleh pohon tumbang, hewan, dan laying-layang.

Pada tahun 2017, SUTT 150 kV jalur Pangkalpinang-Kelapa dan Pangkalpinang-Koba berhasil dioperasikan.

“Dengan beroperasinya kedua jalur SUTT ini maka suplai listrik yang ada di Pangkalpinang dapat dievakuasi hingga ke daerah Kelapa dan Koba. Dampaknya kualitas tegangan di kedua daerah tersebut menjadi lebih baik” imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, rencana besar untuk menjadi Pulau Bangka menjadi satu kesatuan sistem kelistrikan pun terwujud di tahun 2019 ini. Hal ini ditandai dengan dioperasikannya jalur SUTT 150 kV Koba-Toboali dan Kelapa Muntok.

“Bergabungnya kedua jalur ini dalam sistem kelistrikan Bangka menjadikan Bangka sebagai satu kesatuan sistem kelistrikan yang saling terhubung, saling menyuplai dan saling mem-backup antar daerah satu dan lainnya. Selain itu, kualitas tegangan dan keandalan pasokan listrik di daerah yang berada di ujung-ujung Pulau Bangka menjadi lebih baik”jelasnya.(*Nov/7)

Related posts