by

Plat Duiker Desa Rindik-Kepoh Ambrol

AMBROL – Plat duiker penghubung antar Desa Rindik-Kepoh di Kabupaten Bangka Selatan, Kamis siang (17/5/2018) ambrol tergerus arus air deras. Akibatnya, akses jalan menuju Desa Rindik dan Desa Kepoh sempat terputus beberapa jam. Jembatan plat duiker yang merupakan fasilitas utama penghubung antar desa ini, pascakejadian dan rusak, kemarin mulai diperbaiki Dinas PU. (Foto: Dedi Irawan)

Tergerus Arus Air
Pemda Bikin Jembatan Darurat

TOBOALI – Plat duiker penghubung antara Desa Rindik-Kepoh di wilayah Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Kamis siang (17/5/2018) ambrol tergerus arus air.
Debit air yang meningkat akibat derasnya hujan, menambah tekanan plat duiker hingga ambruk. Akibatnya, akses jalan menuju Desa Rindik dan Desa Kepoh sempat terputus beberapa jam.
Kepala Desa Rindik, Edi Sulandi, menjelaskan ambrolnya platduiker yang berada di ujung desanya itu akibat derasnya debit air yang melintasi bagian bawah jembatan.
“Hujan deras sejak dari Rabu kemarin sampai hari ini air yang melintasi dibagian bawah jembatan itu juga cukup kencang sehingga tanah dan semen di jembatan itu terkikis air dan akhirnya jembatan ikut roboh,” jelas Edi.
Menurutnya, jembatan plat duiker itu merupakan salah satu jembatan penghubung antar desa, yakni Desa Rindik dan Kepoh menuju ke Desa Gadung dan ke Kota Toboali. “Itu jembatan dan jalan utama kita antar desa untuk menuju ke Toboali. Plat duieker tersebut sudah roboh sejak Rabu (16/5/2018) kemarin, namun baru ambruk total pada Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB dan baru diketahui oleh warga pada sore harinya saat hujan berhenti,” jelasnya.
“Dekat samping kiri dan kanan jembatan itu memang ada rawa-rawa, tidak ada saluran bandar atau drainase, dan jembatan itu dulunya dibangun oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum) Kabupaten karena jalan penghubung antar desa merupakan jalan kabupaten. Kita tentunya berharap semoga cepat diperbaiki oleh dinas terkait (PU) sehingga tidak menghambat akses masyarakat untuk pergi menuju ke habang,” imbuh Edi.
Terpisah, Kepala Dinas PU Bangka Selatan, Ansori menegaskan pihaknya langsung turun usai menerima laporan plat duieker roboh. Tim PU juga menurunkan alat berat jenis PC mini untuk membuat jembatan sementara yang bisa dilalui kendaraan sepeda motor. “Karena jalan itu adalah jalan utama jadi harus kita upayakan dulu tetap bisa dilewati dengan dibuat jembatan darurat sementara, yang penting akses jalan tidak putus. Besok (hari ini-red) mulai kita tindaklanjut dengan tahapan selanjutnya dalam bentuk permanen,” jelasnya.
Senada dikatakan Kades Rindik, untuk sementara ini lanjut Ansori jembatan plat deacker yang roboh tersebut sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, maupun roda empat. Hanya saja, kata dia belum bisa untuk mengangkut barang muatan dengan jumlah yang besar atau berat. Karena jembatan tersebut baru dibangun sementara dengan menggunakan kayu dan papan oleh tim Dinas PU.
“Alhamdulillah, untuk sementara ini meski baru sebatas jembatan darurat, tapi sudah bisa dilalui kendaraan. Untuk itu, kita himbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut karena bangunannya belum begitu kuat, masih pakai kayu dan papan, jangan membawa barang muatan yang jumlahnya besar dan banyak,” pungkasnya. (raw/6)

Comment

BERITA TERBARU