by

PKK dan Pramuka Babel Dapat Ilmu Kegawatdaruratan

-Berita Kota-78 views

PANGKALPINANG- Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Melati Erzaldi menegaskan, anggota Pramuka harus memiliki pemahaman tentang kegawatdaruratan, sehingga ketika terjadi sesuatu di lapangan dapat sigap dan siap membantu.

“Kami melakukan salah satu rangkaian kegiatan, pelatihan kegawatdaruratan, bantuan hidup dasar ketika bertemu korban di lapangan. Dilibatkan juga anggota PKK untuk mendapatkan pelatihan tersebut,” kata Melati kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Kwarda Babel, lanjut dia, juga akan melaunching Pramuka Peduli Bencana sebanyak 111 orang, namun yang dilatih kegawatdaruratan tidak seluruhnya dan diharapkan kepada yang ikut pelatihan dapat meneruskan ilmu yang didapat kepada anggota lain.

“Kita melatih beberapa orang yang nantinya akann melatih anggota di masing cabang, saya melibatkan sepuluh ketua Pokja PKK,” ujarnya.

Istri Gubernur Babel Erzaldi Rosman ini berharap, dengan mengikuti pelatihan ini, anggota Pramuka menjadi orang yang tanggap bencana dan kegawatdaruratan.

“Selama ini enggak pernah masuk penanganan seperti itu dan ketika mereka bisa, nanti bisa menolong apabila ada hal-hal yang gawat dan butuh pertolongan cepat,” harapnya.

Tak hanya anggota Pramuka, dia juga berharap agar anggota keluarga nanti juga mengetahui tata cara pertolongan ketika terjadi kondisi darurat.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anastesi, Riyadh Firdaus menyatakan dalam pelatihan itu pihaknya memberikan pemahaman dasar kepada peserta ketika terjadi kondisi gawat darurat.

“Kita lihat situasinya, kalau sesak nafas, dalam keadaan sadar atau tidak, mesti dilihat memang sesak nafas atau henti nafas, kalau jatuh kita cek, respon atau tidak, kita lihat nafas atau enggak, kalau enggak bergerak dadanya kita bantu dengan bantuan hidup dasar dan dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Jika pasien dalam kondisi sadar namun sesak, dia menambahkan, korban jangan dipaksa berjalan atau berdiri, tetapi duduk atau berbaring, sesuai dengan kenyamanan pasien.

Disinggung pertolongan ketika pasien atau ada warga yang tenggelam, Riyadh menambahkan, memang pertama yang harus di lakukan adalah mengecek kondisi korban, kalau enggak sadar atau tidak bernafas, dianggap dalam kondisi henti jantung.

“Pijat bagian dada dan beri bantuan nafas, jika ada air nanti akan sebagian keluar, tapi berikan bantuan nafas untuk pertolongan pertama,” pungkasnya.(nov/10)

Comment

BERITA TERBARU