Pimpinan DPRD Bolos Rapat Anggaran

No comment 354 views

*7 Anggota Dewan tanpa Keterangan

 *Deddy Minta Jangan Dibesar-besarkan

PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ini tengah disibukkan dengan agenda rapat keuangan terkait RPJMD dan RKUA RPPAS 2018, antara Banggar (Badan Anggaran) DPRD dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Namun, dalam agenda rapat yang digelar Rabu (11/10/2017) kemarin, didapati tujuh anggota Banggar DPRD Babel yang bolos tanpa keterangan.
Adapun pimpinan DPRD Babel yang tidak mengikuti rapat yakni penasehat Fraksi Partai Gerindra Deddy Yulianto, tiga anggota Fraksi Golkar Ahmad Mughni, Deddi Wijaya dan Djunaidi Thalib. Selanjutnya, dari Fraksi Madani Syamsirwan, Fraksi Amanat Demokrat Mukhtar Rasyid dan Fraksi PKS Bong Ming Ming.
Menanggapi perihal tersebut, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya kepada wartawan di gedung DPRD kemarin menyampaikan, anggota Banggar yang tidak hadir tanpa keterangan tersebut sebaiknya diumumkan kepada publik. Karena sebelumnya anggota dewan telah diingatkan melalui fraksi masing-masing dan sudah menyurati BK terhadap kedisiplinan anggota dewan dalam rapat pembahasan apapun.
“Ya, BK yang umumkan, agar publik tau,” kata Didit.
Menyikapi bolosnya para anggota dewan dan Wakil Ketua DPRD Babel itu tentu saja memicu kekesalan Badan Kehormatan (BK) DPRD karena kurang disiplinnya anggota dewan membahas kepentingan masyarakat Babel.
Anggota BK (Badan Kehormatan) DPRD Babel Yusderahman menyampaikan, keinginan pimpinan tersebut harus diakomodir dan dijalankan. Pasalnya, adanya surat yang disampaikan ke BK guna menjalankan aturan kewenangan tersebut.
“Tadi jam 9 pagi rapat Banggar, tapi baru mulai jam 10. Nantinya, BK akan memberikan surat peringatan ke fraksi masing-masing,” tukasnya.
Terpisah, Deddi Wijaya ketika dikonfirmasi wartawan menyampaikan sebelumnya ia tidak pernah menerima undangan rapat Banggar sejak Selasa lalu. Kemudian, SK dari Fraksi Golkar yang masuk dalam anggota Banggar masih Rina Fitriandari Maulana, bukan dirinya.
“Baru tadi (kemarin) taunya dari notulen komisi ada undangan dan SK atas namaku sudah ada di Banggar,” tutur Deddi.
Meski begitu Deddi menyampaikan apresiasi terhadap tindakan dan langkah BK DPRD Babel yang mengumumkan nama-nama anggota yang tidak mengikuti rapat Banggar.
“Saya setuju dan saya apresiasi sebesar-besarnya tindakan ini, semoga ini bisa jadi pembelajaran kita semua termasuk saya sendiri. Karena saya salah satu dari tujuh nama yang tidak hadir rapat badan anggaran, maka tentunya saya akan intropeksi diri, saya mengucapkan terimakasih sudah diingatkan. Saya meyakini tindakan ini bentuk kepedulian BK beserta ketua DPRD terhadap anggotanya, dengan tujuan agar kedepannya rapat-rapat seperti ini bisa dihadiri secara penuh oleh anggota Banggar,” paparnya.
Ia pun berharap, kejadian tersebut tidak hanya selesai di rapat di Banggar, tetapi BK juga harus berani mengontrol rapat-rapat AKD (Alat kelengkapan Dewan) lainnya dan berkewajiban juga mengekpose anggota dewan yang tidak menghadiri rapat paripurna.
“Tidak hanya anggota yang diekspose tetapi pimpinan-pimpinan DPRD yang tidak hadir juga harus diekspose. Ketua BK saya harapkan jangan takut untuk mengumumkan nama anggota dewan dan pimpinan dewan yang tidak menghadiri rapat paripurna maupun rapat AKD lainnya. Kalau memang niatnya harus keterbukaan maka jangan setengah-setengah, jangan ada yang ditutupi biar publik tahu siapa yang setiap rapat tidak hadir, walaupun telah tercapai kuorum tetap yang tidak hadir harus diumumkan dan yang hanya absensi sementara fisiknya menghilang juga harus diumumkan. Akhir bulan nanti, tunggu di ruang Banmus (Badan Musyawarah) agar BK mengetahui siapa-siapa yang tidak ikut rapat Banmus,” pungkasnya.
Sedangkan, Bong Ming Ming ketika dikonfirmasi menyampaikan, ia sedang sakit sehingga tidak mengikuti rapat Banggar. “Sedang sakit, tidak sempat untuk memberitahu,” katanya.
Beda halnya dengan Ahmad Mughni. Dia beralasan sedang mendampingi pimpinan DPRD yakni Deddy Yulianto karena ada urusan lain yang berkaitan dengan kerja DPRD. “Iya di luar, lagi mendampingi pimpinan soal timah,” tukasnya.
Selanjutnya, ketika wartawan melakukan konfirmasi kepada Deddy Yulianto melalui telepon selulernya, justru menyampaikan, ketidakhadirannya dalam rapat anggaran tidak perlu dibesar-besarkan. Ia mengakui, ketidakhadirannya dalam rapat tersebut, telah diketahui oleh Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya.
“Kita sudah konfirmasi kepada Pak Ketua, karena adanya temuan ICW untuk menelusuri soal timah yang Rp68,9 miliar itu. Kita ke ICW dan ESDM. Kalau sudah kuorum sudah gak masalah. Gak usah diperbesar. Seluruh anggota Banggar yang tidak hadir itu di Komisi III itu, mendampingi saya,” tukasnya. (ron/6)

No Response

Leave a reply "Pimpinan DPRD Bolos Rapat Anggaran"