Pimpinan DPRD Basel Tersangka Pemilu

  • Whatsapp

Gegara Kampanye Pakai Mobil Dinas
Tersangka dan BB Dilimpah ke Kejaksaan

TOBOALI – Penyidik Polres Bangka Selatan yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Bangka Selatan, Senin (29/4/2019) siang sekitar pukul 11.00 WIB akhirnya melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan tindak pidana Pemilu penggunaan fasilitas negara yakni mobil dinas, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan.

Penyerahan tahap dua tersangka dan barang bukti ini sekaligus mengungkap identitas calon anggota legeslatif (caleg) yang terjerat tindak pidana Pemilu tersebut. Tersangka itu adalah Samsul Bahri, yang kini masih menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan.

Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangka Selatan dan Polres setempat masih merahasiakan identitas tersangka, diduga karena menjabat pimpinan DPRD. Namun kemarin,
Kasi Pidum Kejari Bangka Selatan, Deny saat dikonfirmasi akhirnya menyebutkan tersangka dalam kasus ini adalah Samsul Bahri.
Demikian juga Komisioner Bawaslu Bangka Selatan, Erik menegaskan terlapor yang kini berstatus tersangka itu adalah anggota DPRD. Dan berdasarkan data di DPRD Bangka Selatan, Samsul Bahri saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD dan Ketua Partai Gerindra Kabupaten Bangka Selatan.

“Tersangkanya SB. Dilimpahkan sekitar jam sebelas siang tadi. Selain tersangka penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa surat dan sejumlah foto,” ujar Deny.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun Samsul Bahri tidak dilakukan penahanan oleh polisi maupun pihak kejaksaan saat dilimpahkan. Ini lantaran ancaman hukuman maksimal yang menjeratnya hanya 2 tahun penjara dan denda Rp24 juta. Begitupun untuk mobil dinas yang digunakan saat kampanye, tidak dilakukan penyitaan oleh penyidik karena milik negara.

“Dalam kasus ini tidak bisa ditahan karena ancamannya dibawah lima tahun. Undang Undang Pemilu ancaman maksimalnya dua tahun. Artinya masih dibawah lima tahun kan,” jelas Deny.

Ia menyebutkan, paling lama 5 hari kedepan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Bangka Selatan akan segera melimpahkan berkas tersangka ke pengadilan untuk dilakukan penuntutan. Sementara, Samsul Bahri ketika dikonfirmasi menyebutkan, dirinya akan mengikuti proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya ikuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” jawabnya.
Seperti diketahui, Samsul Bahri kepergok menggunakan mobil dinas untuk kampanye berdasarkan temuan Panwascam. Kasus serupa pernah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul. Pimpinan DPRD setempat menggunakan mobil dinas pada saat acara kampanye. Yang bersangkutan dijerat pidana pasal 521 Jo pasal 280 ayat 1 huruf h UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Majelis hakim pengadilan kemudian memvonisnya terbukti bersalah dengan hukuman pidana penjara selama 2 bulan masa percobaan 4 bulan. (raw/6)

Related posts