Pilihan Boleh Beda, Tetapi Kita Tetap Bersaudara

  • Whatsapp

Oleh: Abrillioga
Siswa SMA N 1 Toboali

Moment akbar yang ditunggu-tunggu seluruh jagad tanah air, Pesta Demokrasi 17 April 2019 akhirnya tiba. Hari yang sakral yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia dalam satu periode ( lima tahun ) kedepan berada dalam tangan rakyat Indonesia. Kebebasan dalam memilih berbagai kandidat telah sepenuhnya menjadi hak dan kewajiban rakyat atas kontribusinya untuk memberikan hak suara terhadap para pemimpin yang nantinya akan meneruskan tongkat estafet dalam pembangunan, pemerataan dan memfasilitasi negara sebagai negara yang adil, makmur, sejahtera dan tuntas dari segala permasalahan bagi seluruh rakyat negeri ini.

Ajang pesta demokrasi inilah, bangsa Indonesia menunjukkan eksistensinya kepada dunia luar bahwasanya mengutamakan kebebasan berdemokrasi yang dalam artinya sangat memperhatikan dan memperdulikan suara rakyat yang menginginkan adanya perubahan dengan berlandaskan sistem demokrasi yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil ( LUBER JURDIL). Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan pengembangan dan pembuatan hukum, yang mencangkup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.

Sudah tentunya dari semua itu, setiap lapisan masyarakat menggunakan hak pilih atas dasar pilihan hati nurani mereka terhadap para pemimpin yang nantinya akan memimpin negeri ini, ke arah yang lebih baik lagi.
Terlepas dari siapa saja yang nantinya terpilih menjadi wakil rakyat atas pilihan rakyat, Penulis mengharapkan agar kita sebagai bangsa yang besar menjunjung tinggi nilai toleransi dan tenggang rasa, agar tetap berada dalam rezim sebagai saudara sepenanggungan dan senasib yang tetap terus menjaga keutuhan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bangsa yang utuh, kokoh dan tidak adanya perpecahan atau disentegrasi bangsa akibat dari pesta demokrasi ini sendiri.

Sebab kita tau bahwasanya setiap orang mempunyai pilihan yang berbeda atas dasar sudut pandang dan perspektif mereka dalam cara menilai serta melihat sesuatu yang nantinya benar benar dapat diimplementasikan dari setiap pemimpin yang telah menjadi harapan kita bersama. Namun, perlu diingat juga bahwa apapun yang menjadi perbedaan visi dan misi itu sendiri, kita tetap bersaudara. Perbedaan bukanlah menjadi sesuatu permasalahan yang dapat memecah belah kita, sebab atas perbedaan itulah sebenarnya menjadi wadah tampungan dari berbagai aspirasi rakyat yang menjadi tugas para pemimpin nantinya untuk bagaimana cara merealisasikan itu semua demi kepentingan dan kebutuhan rakyat Indonesia.

Bangsa yang besar ialah bangsa yang disertakan dari rakyat-rakyat yang berjiwa besar pula, dalam artian rakyat yang memiliki tujuan sama demi kemajuan bangsa Indonesia. Hilangkan segala stigma negatif terhadap apapun yang bukan menjadi atas keinginan kita, sebab jika kita memberikan stigma positif terhadap apapun, baik itu dari visi dan misi, pilihan pemimpin dan kepentingan politik lainnya, maka akan berbuah positif pula demi kepentingan bersama. Oleh sebab itulah Penulis berharap kita semua tetap harus bersaudara, meski pilihan kita beda. Perlu diingat, jika pelangi itu indah, sebab dia memiliki warna yang berbeda. Seperti itu juga Indonesia indah akan keberagaman dalam hal apapun.(***).

Related posts