Pileg 2019, Zuristyo Berkomitmen Bangun Gedung Kesenian di Babel

  • Whatsapp

“Saya juga penggemar seni, ini komitmen saya untuk mewujudkan impian seniman dan budayawan…”

 

PANGKALPINANG – Ketersediaan prasarana penunjang wisata seni memiliki peran yang sangat krusial, dalam mengantisipasi arus budaya mainstream dari luar yang kian gencar. Sehingga dibutuhkan ruang ekspresi yang lebih luas kepada seniman dan budayawan untuk menunjukkan kreativitasnya.

Hal inilah yang jadi perhatian serius Calon Anggota DPR RI nomor urut 1 dari Partai NasDem Dapil Babel Zuristyo Firmadata, saat bertemu dengan para seniman dan budayawan Negeri Serumpun Sebalai beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Bang Tyo sapaan akrabnya meyakini kreativitas, potensi seni dan budaya Babel bisa menonjol di tingkat nasional, bahkan manca negara.

” Kesenian kita seperti tari Campak, Sepen, Sahang La Mirah, kesenian Rudat, Dambus dan lainnya bagus sekali, harus sering ditampilkan agar dikenal dunia,” tuturnya.

” Kita akui selama ini pemerintah dan pelaku pariwisata sudah melibatkan seniman dan budayawan dalam kegiatan mereka. Tapi itu belum cukup,” tambah pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, guna menunjang itu semua dibutuhkan intervensi kebijakan untuk mengangkat seni dan budaya Babel lewat keberpihakan anggaran, salah satunya dengan pembangunan gedung kesenian yang representatif. Ini sejalan dengan visi pemerintah di Babel yang ingin mengembangkan pariwisata.

” Kita tau negara dan daerah yang maju pariwisatanya pasti ada gedung kesenian. Opera Sydney di Australia dan London Coliseum di Inggris misalnya. Lalu di Bali ada Taman Budaya Bali dan banyak lagi gedung kesenian. Di Jakarta kita kenal Gedung Kesenian Jakarta, ada juga Taman Ismail Marzuki. Kita di Babel belum punya, lalu dimana seniman dan budayawan kita berekspresi? Harus menunggu undangan tampil dulu?” imbuhnya.

Di gedung kesenian itulah nantinya seniman bisa tampil disaksikan wisatawan atau masyarakat.

“Dibuat jadwal yang pasti kapan tarian tampil, kapan teater tampil, kapan musik, kapan dambus, kapan pameran seni, jadi penonton dan wisatawan bisa menjadwalkan mau nonton apa,” tambah pria kelahiran Mentok, Bangka Barat ini.

Selain gedung kesenian di ibukota provinsi, pemerintah juga perlu menyiapkan ruang ekspresi seni di tingkat lebih kecil. Misalnya dengan menyiapkan panggung budaya di tiap kecamatan atau kabupaten di Babel.

Bekerjasama dengan dewan kesenian panggung budaya itu dimanfaatkan untuk pertunjukan para seniman daerah. Ini menurutnya sangat penting karena menjadi cikal bakal budaya Babel dan nasional.

“Kan semua kabupaten kota di Babel punya semacam alun-alun, nanti disana dibuatkan panggung seni budaya. Dijadwalkan setiap malam libur ada pertunjukan seni oleh seniman setempat,” tutur Bang Tyo yakin dengan pengelolaan yang sistematis akan melahirkan kesenian yang menarik.

Karenanya, jika terpilih mewakili rakyat Babel dalam pemilu 17 April mendatang, Ia akan memperjuangkan anggaran untuk pembangunan gedung kesenian di Babel.

“Saya juga penggemar seni, ini komitmen saya untuk mewujudkan impian seniman dan budayawan kita punya tempat menunjukkan hasil karya mereka,” ucapnya.

Ia yakin dengan adanya ruang ekspresi seperti ini, seni budaya tradisional Babel akan terjaga lestari bahkan berkembang menyumbang kebudayaan nasional. (rev/7)

Related posts