Petani Keluhkan Perusahaan Sawit

No comment 245 views

Beli TBS Dipotong Hingga 30 Persen
Wayan: Kita Sangat Kecewa Sekali

MANGGAR – Beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki pabrik pengolahan minyak sawit di Kabupaten Belitung Timur, sepertinya bertindak semena-mena terhadap petani. Terbukti, kelompok masyarakat petani perkebunan kelapa sawit mengaku kecewa dengan tindakan perusahaan kelapa sawit yang seenaknya membeli hasil panen dari perkebunan masyarakat.
Petani mengaku pihak perusahaan melakukan tindakan pemotongan persentase hasil panen yang dikirim petani ke perusahaan pembeli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, secara sepihak tanpa alasan jelas. Salah satu perusahaan itu adalah PT Parit Sembada yang telah melakukan pemotongan pengiriman buah sawit petani dengan alasan tidak sesuai faktanya.
“Kita sangat kecewa sekali, pemerintah dalam hal ini harus turun tangan untuk mengatasi hal ini. Karena perusahaan tersebut melakukan hal-hal yang tidak wajar yang menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi kami,” kata salah satu petani kelapa sawit, I Wayan Sandi kepada Rakyat Pos, Jum’at (11/08/17).
Wayan menjelaskan, manajemen PT Parit Sembada selalu memotong pengiriman hasil panen miliknya mulai dari 25% hingga 30% dalam setiap kali pengiriman tandan buah segar sawit, tanpa memberikan alasan yang jelas.
“Tidak jelas, katanya buahnya banyak yang mentah, hitam dan lain sebagainya. Padahal saya sudah lakukan grading, dan buah yang saya kirim itu sangat baik-baik sekali,” terang Wayan.
Pria asal Bali yang sejak lama berkebun sawit ini mengaku bisa membuktikan bahwa alasan perusahaan tersebut mengada-ada. Sebab dirinya pernah memetik hasil kebunnya sendiri untuk dikirim ke perusahaan itu. Bahkan menurut Wayan dirinya mengambil buah yang bisa dibilang berkualitas super atau sawit nomor satu. Tapi tetap saja pemotongan sepihak terjadi.
“Pernah saya coba untuk memetik buah dari perkebunan saya sendiri, dan saya pilih buah-buah yang paling super yang umur tanamnya sudah 10 tahun. Tapi ketika saya kirim ke perusahaan tersebut masih juga seperti itu kena 20% an. Kalau seperti ini kami masyarakat bisa merasa rugi terus,” keluh Wayan.
Sayangnya, terhadap keluhan dan tudingan kelompok masyarakat petani ini, pihak manajemen PT Parit Sembada di Kabupaten Belitung Timur belum berhasil dikonfirmasi. Wartawan harian ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi hingga berita ini dirampungkan tadi malam.
Tapi terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. Toni Batubara mengatakan akan menindak lanjuti kekecewaan petani sawit. Akan tetapi, Toni menyarankan agar kelompok tani masyarakat tersebut mengirimkan surat atas keluhannya ke Dinas Perkebunan Kabupaten Belitung Timur dan menembuskannya ke Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Perkebunan Provinsi Babel.
“Kita akan tindaklanjuti laporan ini. Akan tetapi sebaiknya kami dikirimi surat terlebih dahulu. Itukan wilayah Beltim (Belitung Timur), kirimkan ke sana dan tembusan ke kami biar nanti saat akan menentukan nilai tanam bulan ini kita cek ke lapangan,” janji Toni Batu Bara saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya. (yan/1)

No Response

Leave a reply "Petani Keluhkan Perusahaan Sawit"