by

Petani Karet Sulit Cukupi Kebutuhan

-NEWS-62 views

Harga Berkisar 3 Ribu Perkilo

PANGKALPINANG – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penyanggah harga karet. Hanya saja seminggu disahkannya oleh DPRD Babel, efek perda untuk menunjang harga karet dirasakan para petani belum memberikan efek positif.
Demikian hal tersebut disampaikan langsung para petani pada pertemuan dengan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, Jumat (6/1/2017). Pertemuan dihadiri seluruh perwakilan petani dari beberapa desa di Kabupaten Bangka dan juga Sekretaris DPRD Babel Syaifuddin.
Seorang perwakilan petani karet, Ismail asal Desa Cukong Abang mengaku prihatin dengan harga karet saat ini. Harga karet ditempatnya, kata Ismail, saat ini bekisar Rp3.000 per kilogram. Harga tersebut diakuinya sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anaknya.
Sementara Irwan, selaku Ketua BPD Desa Zed membeberkan kesulitan para petani yang terkena imbas merosotnya harga karet menyebabkan sebagian para petani banting stir alias beralih profesi menjadi kuli bangunan. “Jadi sekarang ini apapun dilakukan oleh petani demi keluarga. Ya banting stir karena harga petani tidak jadi andalan,” ungkap Irwan.
Oleh karena itu, lanjut Irwan, para petani berharap agar perda yang disahkan ini dapar membantu kesulitan para petani ini. Khususnya di Kecamatan Mendo Barat, diakuinya, rata-rata mata pencarian masyarakatnya ada petani karet. “Karet jadi andalan kami pak. Jadi kami sangat berharap perda ini terus diperjuangan untuk kesejahteran petani,” kata Irwan.
Disisi lain, para petani juga mempertanyakan sistem pelaksanaan perda penyanggah karet. Petani ingin ke depan pelaksanaan sistemnya menggunakan kolektor lokal, bukan kolektor besar yang dikhawatirkan dapat menyengsarakan petani.
Menanggapi aspirasi petani, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menyatakan perda ini akan terus ditindaklanjut pihaknya bersama eksekutif dengan melakukan kajian untuk sistem jalannya perda. “Perda ini ada atas keresahan para petani, alhamdulillah sudah disahkan pekan kemarin. Kami berharap adanya perda ini dapat membatasi harga karet sehingga petani karet punya persen terhadap harga karet,” jelasnya.
Didit juga mengaku belum tahu kondisi karet di wilayah Bangka. Namun berdasarkan informasi diterimanya dari petani karet di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) harga karet sudah di angka Rp7.000. Meski demikian, kata Didit, pihaknya akan terus memperjuangkan perda ini hingga sesuai dengan harapan petani karet. “Ini kepentingan besar masyarakat, khususnya petani karet maka akan terus kita perjuangkan,” tutupnya. (ron/6)

Comment

BERITA TERBARU