Petani Diminta Ubah Gaya Rendam Lada

No comment 118 views

Vietnam Jadi Saingan Babel

SUNGAILIAT- Saat ini di Bangka Belitung (Babel) sedang musim panen lada. Namun dengan harga yang murah, banyak petani enggan menjual hasil panen. Faktor penyebab merosotnya harga lada dikarenakan banyak faktor salah satunya dari segi kualitas lada.

“Penyebab murahnya harga lada dikarenakan kualitas lada itu sendiri.Lada ini kan komoditas dunia, beberapa negara juga seperti Vietnam, India dan lainnya juga sudah banyak lada putihnya,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bangka Subhan, Senin (14/11/2017).

Diuraikan Subhan, dengan banyak negara penghasil lada putih, berarti adanya persaingan baik dari segi kuantitas maupun harga, namun dengan harga yang murah, Subhan berharap petani terus berusaha untuk menanam lada.

“Kite terus berupaya membantu, Pak Bupati Bangka juga berupaya terus dan semaksimal mungkin untuk akan meningkatkan harga lada melalui kerja sama langsung kepada negara konsumen, bukan melalui negara jasa,” terang Subhan.

Subhan juga berharap, petani lada juga terus meningkatkan kualitas ladanya dan mengubah cara perendaman lada yang selama ini masih tradisional. “‘Kita harapkan cara rendamnya yang mesti diubah, harus ada bak perendaman, tidak bercampur dengan yang lain, selama inikan, rendam lada disitulah, mandi juga disitu, mana airnya tidak mengalir, jadi bisa merusak kualitas lada juga, namun sejauh ini lada Bangka ini kualitasnya cukup baik, dan telah diuji di laboratorium. Sejauh ini Pemkab Bangka telah membangun dua bak perendaman di Puding dan Kimak, dan semoga hal ini dapat meningkatkan motivasi para petani untuk dapat membangun bak perendaman juga,”katanya.

Kedepan lada yang telah dipanen, diharapkan Subhan dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.
“Sekarang harga murah, simpan saja dulu ladanya, dijual seperlunya saja untuk kebutuhan, karena provinsi juga menyiapkan resi gudang untuk lada ini, lada Bangka ini tahan lama disimpan, jika kadar airnya mencapai 12 persen,” semoga kedepan harga lada ini semakin membaik,” harap Subhan. (rls/10)

No Response

Leave a reply "Petani Diminta Ubah Gaya Rendam Lada"