Pesta Arak Oplos Torpedo, 8 Anak Bawah Umur Diciduk

  • Whatsapp
Delapan remaja putra dan putri yang kepergok pesta miras arak oplosan, saat didata tim gabungan Polsek Bukit Intan dan Sat Pol PP, kemarin malam. (Foto: Dwi Sadmoko)

Nekat Kabur, Polisi Lepas Tembakan

PANGKALPINANG – Delapan orang remaja baik putra maupun putri, diciduk polisi saat nongkrong di sebuah lahan kosong simpang Hotel Griya Tirta, Kelurahan Semabung Lama, Kota Pangkalpinang kemarin malam. Mereka kedapatan menggelar pesta minuman keras jenis arak.
Para remaja tanggung ini diamankan tim gabungan Polsek Bukit Intan bersama Satpol PP Kota Pangkalpinang, saat melakukan kegiatan K2YD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan), Rabu (20/2 /2019) malam.
Kedatangan tim gabungan secara tiba-tiba, membuat beberapa peserta pesta miras lari tunggang langgang. Bahkan memaksa polisi melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, lantaran pada saat hendak dilakukan pemeriksaan, beberapa remaja hendak melarikan diri.
Ironisnya, pada saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, diketahui usia mereka masih dibawah umur, yang terdiri dari empat perempuan dan empat laki-laki.
Delapan remaja putra dan putri yang terjaring razia K2YD Polsek Bukit Intan ini adalah ME (16) warga Koba, LA (16) domisili Air Itam, AM (16) Air Itam, YN (15) dari Desa Batu Rusa, AN (15) Selindung Baru, PSU (17) Semabung Lama, JN (19) Semabung Lama dan EAF (15) juga warga Semabung Lama.
Dari lokasi penggerbekan, tim gabungan pun mendapati minuman jenis arak serta minuman energi Torpedo. Dipastikan, para remaja ini mengoplos arak dengan minuman energy jenis Torpedo itu tanpa memikirkan efeknya bagi kesehatan mereka.
ME, salah seorang perempuan dibawah umur asal Koba, Kabupaten Bangka Tengah mengakui bahwa diajak pacarnya untuk menikmati minuman arak oplosan tersebut.
“Awalnya diajak pacar jalan-jalan, lalu kami nongkrong di sini. Pacar saya lari meninggalkan saya pada saat ada razia,” ucapnya.
Selain melakuan razia di tempat tongkrongan remaja, tim yang dipimpin Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra juga melakukan razia di Caffe Balihay dan kosan Ko Amuk yang berada di Kelurahan Bachiang serta melihat kondisi Kolong PDAM Bachiang.
“Hasilnya kami tidak menemukan aktivitas penambangan di kolong PDAM Bachiang, dan tidak menemukan pelanggaran di tempat hiburan dan kos-kosan,” terang Adi Putra kepada wartawan.
Ditambahkan mantan Kasat Intelkam Polres Pangkalpinang ini, untuk delapan remaja yang terciduk dibawa ke Pos Polisi Kota untuk dilakukan pendataan.
“Selain itu kami juga memanggil orang tua atau wali anak-anak yang kami amankan ini untuk mengambil anaknya di Pos Polisi Kota dan juga kami memberikan nasehat agar tidak melakukan perbuatan serupa,” ujarnya.
Kegiatan K2YD ini rutin diadakan Polsek Bukit Intan untuk menekan angka kriminalitas dan gangguan kamtibmas. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menyisir wilayah-wilayah yang rawan perbuatan kriminal dan tempat hiburan malam. (das/6)

Related posts