Peserta Telat Registrasi tidak Bisa Ikut Ujian

  • Whatsapp
Salah seorang peserta SKD merunduk sembari menangis lantaran tidak bisa mengikuti seleksi kompetensi dasar CPNS. Ia dinyatakan gugur oleh sistem, karena telat registrasi.(foto: dedy)

TOBOALI – Sebanyak 1.667 peserta yang lolos tahapan administrasi CPNS di Kabupaten Bangka Selatan, mulai Selasa (25/2/2020) sampai Jumat (28/2/2020), mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang dilaksanakan di Gedung Diklat Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Ketua Pelaksana, Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi dan Promosi Kepegawaian, Putra Syahbana mengatakan tahapan tes tersebut dilakukan selama 4 hari, mulai dari jam 08.00 wib sampai dengan 18.00 wib.

“Dalam sehari itu dilakukan 5 sesi ujian melalui CAT, dimana dalam 1 sesi itu diikuti 100 peserta ujian dengan waktu yang ditetapkan selama 90 menit per sesi. Lalu hari selanjutnya dilakukan 3 sampai 2 sesi dalam 1 hari,” kata Putra.

Read More

Putra juga menyebutkan, dari sesi 1 sampai sesi ke 3, sejauh ini pihaknya merekap registrasi peserta yang tak hadir sebanyak 8 peserta dan 1 orang peserta yang telat mengikuti ujian atau tes tersebut.

“Kalau peserta tes yang tak hadir berarti tidak melakukan registrasi, jadi hangus, begitupun yang telat registrasi, dalam waktu sistem dibatasi 5 menit, kalau lebih dari 5 menit sistem akan menutup dan tidak bisa ikut ujian,” jelasnya.

Sementara itu, Rivan, salah satu peserta setelah mengikuti tes SKD tersebut mengatakan, dirinya dalam tes tersebut passing grade nya mencukupi persyaratan dan dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
“Alhamdulillah Lulus bang, selesai ujian tadi kita bisa langsung lihat hasil atau scorenya disini. Untuk tahapan selanjutnya kita ikut tes SKB bang,” sebut Rivan.

Terpisah, Mimpi Darlianah, salah satu peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS tahun ini terhenti sampai disini. Darlianah telat untuk registrasi peserta untuk mengikuti ujian pada waktu yang telah ditentukan oleh panitia.
Warga Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan itu menempuh perjalanan 124 kilometer ke gedung diklat tempat tes SKD itu dilakukan.

Darlianah terburu buru mendatangi meja registrasi, namun salah satu panitia menyebutkan sistem sudah tutup, hingga Darlianah dinyatakan gugur dan terhenti pada tahapan tersebut.

“Pak tolong pak, tadi saya berhenti di masjid untuk Sholat Dzuhur,” ucap Darlianah sambil menangis meratapi sesalnya.

Menanggapi peserta yang telat tersebut, Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi dan Promosi Kepegawaian, Putra Syahbana mengatakan, peraturan dalam hal itu sudah sesuai prosedur dan tidak bisa dilanggar.

“Tentang tata tertib pelaksanaan ini sudah ada aturannya. Jadi 5 menit sebelum sesi itu dimulai, registrasi peserta sudah di tutup oleh sistem untuk pemberian pin registrasi peserta. Peserta yang telat registrasi, otomatis tidak bisa lagi mengikuti tes,” ungkap Putra.

Ia juga menerangkan, pihaknya menyarankan kepada peserta selanjutnya agar bisa hadir di lokasi sedini mungkin untuk menghindari kejadian keterlambatan seperti itu.

“Kami sarankan kepada para peserta, sesuai pengumuman yang susah kita lakukan, agar 90 menit sebelum jadwal sesi dimulai harus bisa hadir di lokasi, sehingga bisa mengikuti proses registrasi dengan lancar dan tidak telat seperti kejadian tadi,” pungkasnya. (raw/3)

Related posts