Peserta KPN 2017 Baca Kitab

No comment 95 views

Peserta Kirab Pemuda Nusantara 2017 Jumat (10/11/2017) siang di GOR Junjung Besaoh mengikuti Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) 2017. (foto: raw).

Agenda Peserta Kirab Pemuda Nusantara (KPN) 2017 pada Jumat (10/11/2017) siang adalah kegiatan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) 2017.

Dalam acara itu, dilakukan penyerahan plakat oleh Asisten Peningkatan Iptek dan Imtak Pemuda Kemenpora RI kepada Wakil Bupati Basel Riza Herdavid.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan kitab suci di GOR Junjung Beasoh oleh pemuka agama masing-masing beserta arti dan hikmah ayat yang dibacakan.

Pembacaan dilakukan bergiliran bersama para pemuda dari lintas agama yang diikuti beberapa pelajar yang secara tidak langsung telah menjadi agen pemuda cinta damai lintas agama.

Pada acara itu juga dilakukan pemutaran video teasure, dialog dengan peserta kirab, dan terakhir penandatanganan deklarasi antar umat beragama oleh antar pemuka agama yakni Islam, Hindu, Budha, Konghucu, Katolik, dan Protestan.

Tujuan diadakannya GPMKS adalah sebagai upaya Kemenpora untuk meningkatkan partisipasi kaum muda dalam kegiatan keagamaan serta meningkatkan minat baca pemuda khususnya membaca kitab suci.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengungkapkan, dengan tujuan memupuk kebhinekaan di kalangan pemuda tanpa memandang suku, ras dan agama yang berbeda, gerakan pemuda membaca Kitab Suci (GPMKS) mengemban tanggung jawab besar, menyatukan pemuda berasal dari enam agama di Indonesia untuk membacakan masing-masing kitab suci dalam satu tempat dan waktu yang sama.

“Saling mendengarkan tiap ayat yang dibacakan, saling menghargai satu sama lain meski dari agama yang berbeda, itu mendandakan bahwa kita adalah masyarakat yang menjunjung tinggi kebhinekaan,” Ungkap Riza.

Menutup pesan, ia berharap kepada para untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik kemudian menyebarkan pesan-pesan positif yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan ini.

Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtak Pemuda Kemenpora RI, Esa Sukma Wijaya mengungkapkan, Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci ini telah dilaporkan ke Kementerian Agama RI. Pembacaan kitab suci ini dilakukan bersama-sama dan dari kegiatan ini akan tumbuh kesadaran dan cinta kasih.

“Kirab ini mengajarkan kebhinekaan, termasuk pembacaan kita suci. Meski kita berbeda tetapi dalam kitab suci kita masing-masing diajarkan cinta kasih yang menumbuhkan rasa persaudaraan,” pungkas Esa. (erokfo/raw/3)

No Response

Leave a reply "Peserta KPN 2017 Baca Kitab"