Peserta Dialog HI Sepi, Gubernur Kaget

No comment 1614 views

Erzaldi: Matei Lah, Waduuuhh
Darusman Kecewa dengan Menaker Hanif

Pangkalpinang – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan kaget, ketika disuguhkan video rekaman terkait sedikitnya peserta dialog Hubungan Industrial (HI) yang dilangsungkan di Ghara Timah kantor pusat PT Timah (Persero), Tbk pada Kamis (10/8/2017).
Peserta dialog yang semula diperkirakan ratusan orang, diketahui juga ikut keluar setelah Menteri Tenaga Kerja RI, M. Hanif Dakhiri meninggalkan ruangan dialog untuk bertandang ke tempat lain.
“Matei laah,, waduuuhh,” ucap Erzaldi ketika menonton video yang diunggah oleh salah satu peserta dialog ke media sosial dan diperlihatkan oleh wartawan, Jumat kemarin (11/8/2017).
“Kata Pak Didik, banyak yang datang, waduuhh,” keluhnya tanpa bisa berkata-kata.
Kepala Disnaker Pemprov Babel, Didik Suprapto ketika dikonfirmasi terpisah tak menampik peserta dialog itu minim peserta. Ia mengaku tak bisa menahan para peserta untuk bertahan hingga selesai dialog, karena beberapa peserta seperti mahasiswa banyak yang ikut keluar. Termasuk para pejabat dan pegawai karena mendampingi menteri atau gubernur ke tempat lain.
“Itu kan orang pada ikut menteri, namanya peserta bagaimana mau cegah. Ada yang mau ikut menteri, kita gak bisa tahan,” ujarnya ketika dihubungi via ponsel, kemarin.
Menurut Didik, meskipun sudah banyak yang kabur, tetapi masih ada pekerja dan serikat pekerja yang mengikuti dialog dengan pembicara dari Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia, sampai selesai.
“Pekerja ada yang ikut, kita ini susah mau disiplin banget susah, harusnya ya ikut sampe akhir kalau mau tau,” tukasnya malah mengeluh seraya menambahkan, pegawai Disnaker masih ada yang standby di lokasi saat dialog berlangsung.
“Tapi terakhir pas direktur yang ngasi materi, memang gak sampe 50 persen yang hadir, mungkin adalah seratusan, dan point yang disampaikan direktur memang sudah pengembangan, point awal sudah disampaikan menteri,” elaknya.
Berbeda dengan Ketua DPD SPSI Babel, Darusman. Dia mengaku kecewa dengan Menaker yang justru menyampaikan materi tidak sesuai dengan topik awal. Ia menyebutkan, Menteri justeru membandingkan tenaga kerja dengan negara yang sudah maju.
“Bukan hanya secara pribadi, tapi secara lembaga. Saya sangat kecewa yang lain juga kecewa, ceramahnya juga tak tepat dengan dialog, substansinya sudah kemana-mana. Kenapa harus cerita negara lain, kita kan mau curhat banyak masalah pengawasan regulasi yang tak jalan, BPJS yang belum maksimal. Jangan cerita negara orang yang memang kita sudah lama ketinggalan,” bebernya.
Darusman menilai, paparan Menteri M. Hanif Dakhiri juga terlalu lebay, dan semestinya disampaikan dalam forum yang lebih formal, seperti seminar dan lainnya yang lebih diplomatis. Sedangkan forum dialog dua hari lalu menurutnya banyak diikuti oleh pekerja yang ingin berdiskusi mengenai banyak hal kondisi ril di Babel.
“Pekerja kan ada wawasan yang pas-pasan pengennya yang original, bukan diplomatis, itu kesannya sudah akademis, gak cocok menurut hemat saya,” tegasnya.
Karena itu Darusman menilai, kaburnya peserta dialog juga dikarenakan kekecewaan peserta dengan menteri yang datang sudah terlambat dan memaparkan hal yang tidak sesuai.
“Saya sangat sangat kecewa lari dari substansi. Tapi meskipun demikian sudah lah, kami berbaik sangka kita tetap kondusif, dan berterimakasih kepada pemerintah sudah hadirkan menteri, tapi tak banyak makna yang diinginkan. Makanya begitu menteri pulang dan lebih mementingkan di Tan Kasteel itu, maka banyak peserta yang keluar, karena kecewa,” tandasnya.
Ketika dialog berlangsung pun, Darusman menyebutkan, banyak juga audiens yang bertanya, dan pemateri dari Direktur Pengupahan dan Direktur Hubungan Industrial dan Jamsos banyak menyampaikan beberapa hal, terutama mengenai penerapan skala upah dan pengawasan ketenagakerjaan. Kementerian juga menyatakan bisa turun langsung menyelesaikan polemik di bidang tenaga kerja yang sudah menahun tak dituntaskan oleh daerah.
“Yang tersisa pekerja, dari PT. Timah beberapa orang, dua tiga orang dari Disnaker, SPSI, saya rasa 30 orang juga gak nyampe. Saya sebetulnya sudah gak mau lagi, tapi karena ditunjuk, dan pembicara juga dari raut wajahnya sudah gak mau sebetulnya, tapi kita tetap laksanakan hingga selesai,” terangnya kecewa.
Peristiwa ini, menurut Darusman akan dijadikan sebagai pelajaran berharga, dan diterima dengan lapang dada meskipun ia menegaskan tidak mudah melupakan moment ini.
“Kita simpan sebagai bentuk pelajaran. Saya gak tau seberapa cintanya pemerintah dengan buruh dengan rakyat. Tapi saya berbaik sangka saja, saya terima lapang dada meskipun tak mudah kami lupakan. Bukan berarti benci dengan pemerintah, mungkin ada yang lebih penting. Dengan semangat kami tetap konsisten, dan kekecewaan ini beralasan,” tutupnya. (nov/1)

No Response

Leave a reply "Peserta Dialog HI Sepi, Gubernur Kaget"