by

Perusahaan Terindikasi Bayar THR Tidak Sesuai

Jika Terbukti Kena Sangsi Administrasi

KOBA – Pemerintahan Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) mencium ada perusahaan yang berdomisili di daerah itu memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan.
Meski begitu, DPMPTK Bangka Tengah hingga saat ini belum menerima laporan secara langsung terkait persoalan THR.
“Kalau secara langsung belum ada laporan, tapi hari ini kita dapat info dari provinsi ada perusahaan di Bangka Tengah memberikan THR Rp1,6 juta, padahal seharusnya sebulan gaji,” ujarnya Kabid Tenaga Kerja, Etty Hartaty, Kamis (8/6/2018).
Menurut Etty, sejauh ini baru mendapatkan informasi ada sekitar 11 orang yang menerima THR tidak sesuai dengan ketentuan. Oleh karena itu, pihaknya akan mendatangi perusahaan yang dimaksud untuk memastikan kebenarannya.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 6 Tahun 2016, perusahaan wajib memberikan THR kepada pekerja/buruhnya.
“Untuk perusahaannya belum bisa kita kasih tau soalnya info ini belum pasti, besok baru kita pastikan. Jika memang info itu benar, maka perusahaan itu akan dikenakan sangsi administrasi,” kata Etty.
Pada tahun sebelumnya, pihaknya mendapati empat perusahaan yang tidak memberikan THR sesuai dengan aturannya, namun berhasil diselesaikan.
“Pada tahun kemarin ada yang lapor, tapi sudah kita tangani dan clear tidak ada masalah lagi. Sekarang mungkin mereka (perusahaan) sudah mengerti jadi tidak mengulanginya lagi,” ucapnya.
Sementara itu, THR sendiri setiap perusahaan wajib membayarnya paling lambat H-7 sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bateng Nomor: 560/2967/DPMPTK/2018. Saat ini terdapat 219 perusahaan yang beroperasi di Negeri Selawang Segantang dan sudah terverifikasi oleh DPMPTK. (ran/6).

Comment

BERITA TERBARU