by

Pertumbuhan Pariwisata Belum Berikan Kontribusi Ekonomi

Akan Rekomendasikan Analisa & Review Kebijakan

TOBOALI – Sekretaris Komisi I DPRD Bangka Selatan (Basel), Samsir mengungkapkan, sektor pariwisata yang menjadi prioritas unggulan dalam upaya mewujudkan Bangka selatan yang mandiri, maju, sejahtera dan berdaya saing belum mampu berbicara banyak terhadap upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi Bangka Selatan.

Ini terlihat dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Bangka Selatan Akhir Tahun anggaran 2017. Laju pertumbuhan ekonomi Bangka Selatan pada tahun 2017 yang di angka 4,19 % sektor lapangan usaha pariwisata hanya mengalami pertumbuhan sebesar 2,19 dan hanya mengalami peningkatan sebesar 0,1 % dibandingkan dengan laju pertumbuhan sektor pariwisata pada tahun 2016. Demikian dikatakannya kepada wartawan Kamis (17/5/2018).

Dengan andalan berbagai event kegiatan yang tergabung dalam Toboali city on fire nya ( TCOF ) serta kegiatan HUT Basel dan HUT RI di setiap Kecamatan, lanjut dia, belum memberikan imbas terhadap pertumbuhan terhadap sektor lahan usaha pariwisata.

“Walaupun jumlah wisatawan yang datang ke Bangka Selatan cukup ekstrem bahkan bisa dikatakan sangat sangat significant yang terjadi peningkatan kurang lebih 40 kali dibandingkan tahun 2016 yaitu sebanyak 16.000 wisatawan pada tahun 2016 dan 616.121 orang pada tahun 2017. Namun dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domistik Regional Brutto ( PDRB ) sebesar 0.07 %. Ini artinya agenda pariwisata selamat 1 tahun di Bangka Selatan dengan pertumbuhan jumlah wisatawan yang 40 kali lipat tersebut belum membuat peningkatan perputaran uang yang besar di Bangka Selatan,” ungkap politisi PKS ini.

Menurutnya, aktivitas ekonomi melalui even pariwisata yang banyak belum membuat pengunjung untuk melakukan transaksi ekonomi di Bangka Selatan, seperti menginap di Bangka Selatan, tidak belanja Souvenir dan makanan di Bangka Selatan, tetapi semua aktivitas dan kegiatan ekonomi masih dilakukan di Pangkalpinang dan Kabupaten Tetangga.

“Jika dilihat alokasi dana yang dialokasikan ke urusan pilihan ini pada tahun 2017 cukup besar yaitu sebesar kurang lebih 14 Miliar dengan realisasi 95 % tidak Signifikan dengan pertumbuhan sector usaha pariwisata. Artinya, kinerja dilihat dari sudut indikator output nya sangat tercapai seperti adanya an bertambahnya jumlah event pariwisata dan diakui dan sudah menjadi agenda pariwisata nasional,” imbuhnya.

Meski begitu, belum memberikan imbas yang signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata ini memberikan sinyal atau early Warning sistem terhadap penyelenggara pemerintahan Bangka Selatan khusus yaitu ada kebijakan belanja kegiatan dan program yang kurang dan tidak tepat yang sudah diputuskan.

“Seharusnya kebijakan belanja daerah sektor pariwisata khususnya kegiatan yang ditentukan dengan realisasi belanja daerah sektor pariwisata ini memberikan kontribusi yang berbanding lurus dengan jumlah peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Bangka selatan. Ke depannya perlu dipikirkan solusinya dengan membuat dan memutuskan program yang tepat bagaimana membuat wisatawan yang datang tersebut untuk melakukan aktivitas dan transaksi ekonomi di Bangka Selatan seperti menginap di Bangka Selatan dengan demikian lama tinggal mereka di Bangka Selatan jadi meningkat, hal ini akan berimbas pada meningkatnya jumlah wisatawan yang menikmati kuliner di Bangka Selatan dan belanja souvenir di Bangka Selatan,” ungkapnya.

Samsir menambahkan, intinya adalah bagaimana Pemkab Bangka Selatan khususnya OPD Pariwisata dan Kepemudaan bisa membuat pada wisatawan untuk tinggal lama di Bangka Selatan. Karena yang terjadi selama ini, hampir semua dari mereka tidak tinggal lama dan tidak menginap di Bangka Selatan dan hanya tinggal beberapa jam saja, paginya pergi dan sore sudah pulang.

“Terhadap permasalahan tersebut, kami merekomendasikan beberapa hal seperti analisa dan riview atas kebijakan dalam hal sistim pengambilan data jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Bangka Selatan yang harus memisahkan antara pendataan jumlah kunjungan atau jumlah wisatawan,” ujarnya.

Selain itu, memutuskan sistim pengumpulan data tersebut apakah dengan sistim karcis atau penghitungan. “Biasa yang dilakukan oleh sejumlah pokdarwis atau komunitas yang mengelola lokasi tersebut. Menggali budaya atau membuat budaya sesuai dengan karakter Bangka selatan dalam bentuk atraksi budaya di destinasi tertentu sebagai daya tarik wisatawan untuk tinggal lebih lama di destinasi tersebut. Menyiapkan tempat menginap berupa home stay di rumah penduduk di destinasi wisata unggulan seperti snorkling di dusun kelapan yang dilengkapi dengan cottage,” ungkapnya.

DPRD Basel juga merekomendasikan agar Pemkab Basel bekerjasama dengan sejumlah agen travel untuk membuat paket terusan dari Belitung atau bahkan dari sejumlah tempat tujuan wisata lainnya. Mengembangkan destinasi wisata setiap tahunnya terhadap destinasi unggulan sesuai prioritas dimana akan dilauncing setiap tahunnya pada saat TCOF. (raw/3)

Comment

BERITA TERBARU