Pertumbuhan Ekonomi Babel Terendah Kedua di Sumbagsel

  • Whatsapp
Peserta Pelatihan dan Gathering OJK foto bersama.(foto: nurul).

RAKYAT POS. COM, YOGYAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terendah kedua, pada tahun 2019 di wilayah Sumatera, setelah Provinsi Riau. Sementara pertumbuhan ekonomi nasional 2019, tercatat sebesar 5,02%.

“Terdapat dua provinsi yang pertumbuhannya di atas nasional yaitu Sumatera Selatan (5,71%) dan Lampung (5,27%). Provinsi Babel mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,32%, terendah kedua setelah provinsi Riau,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho, dalam Pelatihan dan Gathering Media Massa KR 7 Sumbagsel, di Yogyakarta, Jum’at (21/2/2020).

Hal ini, kata dia, dikarenakan terjadi perlambatan konsumsi tahun 2019 akibat terlambat produksi pertanian dikarenakan musim kemarau panjang tahun 2019. Secara umum kontribusi sektor penyedia akomodasi dan makan minum merupakan sektor utama dari 4 provinsi dari 5 provinsi di wilayah kerja
OJK KR 7 Sumatera Bagian Selatan, yaitu Sumatera Selatan (13,74%), Kep. Bangka Belitung (10,77%), Bengkul (10,10%) dan Lampung (10,09%).

Namun demikian, sebutnya, persentase jumlah penduduk miskin, Babel terendah di Sumatera 4,5 persen, jika angka nasional 9,22%, dan tiga provinsi mencatat di atas nasional, yaitu Bengkulu (14,91%), Sumatera Selatan (12,56%), dan Lampung (12,3%).

Baca Lainnya

Dalam kesempatan ini, Untung juga membeberkan terkait kinerja kredit/pembiayaan se-Sumbagsel Babel tahun 2019 secara umum dinilai baik persentase non-performing loan (NPL) atau pinjaman macet 2,87%.

Kredit/pembiayaan produktif disalurkan pada sektor Perdagangan Besar & Eceran Rp47,3 triliun atau 22,10% dari total kredit. NPL sektor kredit produktif tertinggi pada sektor konstruksi sebesar 11,1%. Sedangkan pada kredit produktif tertinggi disalurkan pada kredit peralatan rumah tangga Rp52,0 triliun atau 24,32% dari total kredit, dan % NPL tertinggi pada KPRuko/Rukan/KPA sebesar 7,2%.

“Angka NPL di Babel 4,06 Persen, tertinggi dibandingkan Sumsel, Lampung, Jambi dan Bengkulu,” imbuhnya.

Kinerja Industri pasar modal se-Sumbagsel Babel, kata dia, tahun 2019 dinilai baik, tercermin dari meningkatnya jumlah investor di Pasar Modal yaitu secara keseluruhan tumbuh 80,93% menjadi 119.966 rekening SID.

Dari sisi nilai transaksi, transaksi saham tumbuh 36,65% (yoy) sedangkan transaksi reksadana sedikit menurun 21,29% (yoy).

Melek Informasi OJK

Sementara itu, kegiatan pelatihan dan gathering yang digelar OJK untuk menambah pengetahuan kepada para awak media, agar melek informasi mengenai OJK, dan bisa menyampaikan informasi ini kepada masyarakat.

“Semoga ke depan hubungan dengan media semakin baik, memberitakan hal positif. Selama ini kami juga sangat terbantu dengan kemitraan ini,” ucapnya.

Direktur Humas OJK, Darmansyah menambahkan, Pelatihan dan Gathering ini, akan dilaksanakan rutin setiap tahun dengan menggilir mengadakan pelatihan untuk media massa di seluruh Indonesia.

“Ini bagian dari penyebarluasan informasi OJK sesuai dengan yang sesungguhnya, tidak ada gap informasi, dan memberikan pemahaman yang sama mengenai kondisi perbankan, investasi dan sebagainya,” sebut dia.

Pelatihan dan gathering yang digelar mulai 20 hingga 23 Februari di Yogyakarta ini, diikuti 55 orang wartawan dari berbagai media massa di Sumbagsel. Kegiatan diisi dengan materi mengenai OJK dari OJK pusat dan juga Sumbagsel, Satras Investasi, diisi juga gathering mengunjungi beberapa spot wisata.(nov/3)

Related posts