Pertarungan Sang Penguasa

  • Whatsapp

Oleh: Muhammad Tamimi
(Penulis dan Wartawan Bangka Belitung)

Saat ini bermunculan kandidat bakal calon (balon) bupati mengikuti seleksi kepala daerah yang dilakukan partai politik menjelang Pilkada Serentak Tahun 2020 di Provinsi Bangka Belitung.

Pilkada Serentak tahun ini diprediksi sebagai Pilkada yang paling bergengsi dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Empat kabupaten pemekaran yang akan menggelar hajatan tanggal 23 September 2020 mendatang adalah Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Belitung Timur.

Yang paling menarik lagi Kabupaten Bangka Tengah. Bagaimana tidak, kandidat Cabup yang akan bertarung tampak wajah baru melawan petahana Ibnu Saleh. Petahana diprediksi akan berhadapan dengan calon non petahana Didit Srigusjaya, Ketua DPRD Bangka Belitung. Kenapa Ibnu dan Didit? karena dua orang ini yang berpotensi memiliki figur mumpuni, popularitas, elektabilitas dan finansial sebagai kandidat Cabup Bangka Tengah.

Dua tokoh sentral tersebut diprediksi akan mengisi konstelasi Pilkada Bangka Tengah 2020. Figur keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Petahana Ibnu Saleh memiliki basis massa yang tidak sedikit. Panggung publik yang tersedia bagi Ibnu sebagai jabatan bupati, tentu bisa menjadi nilai positif bagi Ketua DPD Nasdem Bangka Tengah itu untuk melakukan pencitraan figur kepada masyarakat secara luas.

Kesempatan tersebut tampak dimanfaatkan oleh Ibnu Saleh dengan sebaik-baiknya dalam melakukan banyak kegiatan untuk membantu masyarakat Bangka Tengah. Sebagai petahana, panggung publik itu sebuah kelebihan bagi petahana dibandingkan calon non petahana.

Meski punya panggung publik, jangan sampai kandidat petahana jumawa atas jabatan kepala daerah itu karena Pilkada Serentak 2015 lalu cukup sebagai bukti bagi petahana bahwa tiga incumbent tumbang dan satu incumbent yang melenggang. Hal itu sebagai isyarat bagi calon petahana agar tahta itu tidak lepas pada Pilkada Bangka Tengah 2020.

Untuk figur Didit Srigusjaya sendiri pun tidak kalah tenar dengan petahana Ibnu. Kesuksesan PDIP menyapu bersih perolehan suara Pemilu Legislatif 2019 di seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung sebagai catatan prestasi yang luar biasa bagi Ketua DPRD Babel tersebut. Hitungan diatas kertas, Didit bukanlah lawan yang sembarangan.

Belum lagi kesuksesan Didit memperoleh suara terbanyak pemilihan DPRD Bangka Belitung, sehingga berhasil mendapat tiket menjemput kursi Ketua DPRD Babel. Keberhasilan Didit menyabet Ketua DPRD Babel pada Pileg 2014, sehingga pria yang berkepala pelontos tersebut memegang jabatan Ketua DPRD Babel dua periode 2014-2019 dan 2019-2024.

Prestasi itu merupakan modal bagi Didit untuk menambah kantong suara seandainya bertarung maju Pilkada Bangka Tengah 2020.

Secara style, Didit punya gaya politik yang supel dan mudah diterima masyarakat, sehingga menjadi nilai lebih baginya untuk “menjual” figur sebagai kandidat Cabup Bangka Tengah berhadapan dengan petahana Ibnu Saleh. Dari deretan prestasi Didit, justru mampu mendongkrak popularitas mantan Ketua DPRD Bangka Tengah itu. Selain Ibnu yang punya panggung publik, Didit pun demikian.

Ia punya panggung politik sebagai wakil rakyat di Provinsi Babel. Artinya, ruang gerak Didit tidak kalah dengan petahana. Meski punya panggung yang berbeda, Didit di legislatif dan Ibnu di eksekutif, namun gaya politik keduanya tentu berbeda penerapannya di lapangan. Hasilnya, terserah rakyat yang menerima figur yang mana Didit atau Ibnu?.

Disisi lain, jabatan Didit sebagai Ketua DPRD Babel dan prestasi Didit itu justru semakin memberatkan langkahnya maju Pilbup Bangka Tengah. Yang bersangkutan harus bijak bersikap apakah harus menanggalkan Ketua DPRD Babel atau maju Pilkada 2020. Karena aturan main sampai saat ini, konsekuensinya Didit harus mundur sebagai Ketua DPRD Babel bahkan sebagai anggota legislatif. Pertanyaannya, beranikah Didit mundur?.

Jabatan Didit hari ini merupakan jabatan ketua yang tentunya sejajar dengan pejabat provinsi setingkat Gubernur. Kalau DPP PDIP merekomendasi nama Didit, maka yang bersangkutan siap tidak siap bersedia mundur.

Saat dirinya menyatakan mundur, apakah Didit siap secara mental dan konsekuensinya yang harus diterima karena ini pertarungan akan ada yang menang dan kalah. Aman jika pertarungan itu menang, tidak tenang seandainya pertarungan itu kalah.

Penulis hanya memprediksi bahwa Didit besar kemungkinan akan maju pada Pilkada Bangka Tengah 2020. Motivasi Didit bukan karena jabatan bupatinya, tetapi motivasinya untuk menjemput tiket menuju Pilkada Gubernur Babel 2024. Karena figur Didit dan Erzaldi yang diprediksi bakal bertarung setelah Pilada Bangka Tengah 2020. Pandangan jauh kedepan tersebut menjadi alasan bagi DPP dan DPD PDIP untuk merekomendasi Didit maju Pilkada Bangka Tengah 2020.

Meski yang bersangkutan tidak bernyali, tetapi bila sudah dimandatkan oleh DPP, besar kemungkinan tetap maju karena kader PDIP yang punya popularitas saat ini adalah nama Didit yang layak direkomendasikan ke publik untuk bersaing dengan petahana Ibnu Saleh.

Pilkada Bangka Tengah 2020 merupakan uji nyali sang penguasa legislatif untuk menguji kemampuannya dalam berpolitik ditingkat eksekutif. Sebagai dasar bersikap, tentu Didit sudah punya lembaga survey dan tingkat popularitas sebagai nama yang masuk dalam kandidat Cabup Bangka Tengah. Bila hasil survey popularitas dan elektabilitas Didit ideal, tinggal bicara finansial untuk memantapkan pencalonan.

Nama petahana Ibnu Saleh pun sudah familiar dan menurut sumber terpercaya hasil surveynya sudah diatas 50 persen, tentu tidak kalah dengan Didit. Sebanyak 63 Desa dan Kelurahan pun sudah dijajaki oleh petahana Ibnu. Tinggal bagaimana mengkondusifkan pada tahap last minit agar pendukung Ibnu setia dengan pilihannya.

Ibnu pun saat ini menjemput kendaraan Pilkada 2020 dengan melakukan komunikasi politik dan pendaftaran di sejumlah parpol besar, diantaranya Partai Nasdem, Gerindra, Golkar, menyusul PDIP.

Siapa pun pesertanya, tentu dua kandidat yang bertarung yakni petahana Ibnu dan Didit adalah putra terbaik Bangka Tengah, semoga Pilkada 2020 bisa menjaring calon pemimpin yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat dan memajukan daerah Bangka Tengah selevel dengan kabupaten maju di Indonesia. (***)

Related posts