Pertanyakan SPPD Fiktip, Aksi Ricuh

  • Whatsapp

Mahasiswa dan Pengaman Bentrok

Aksi unjukrasa puluhan anggota dan pengurus HMI Cabang Babel di teras gedung DPRD Provinsi Babel, sempat menimbulkan kericuhan. Aksi yang juga dilakukan di Kejati Babel, Jumat (31/3/2017) kemarin, mempertanyakan kasus SPPD fiktif yang terjadi di DPRD Babel pada tahun 2012 lalu, dan digulirkan Kejati pada tahun 2016, sebesar Rp1,3 milliar.
Kericuhan terjadi ketika aksi puluhan mahasiswa tidak mendapat respon sama sekali dari Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya. Didit terkesan takut menemui para peserta aksi, dan membuat para mahasiswa gerah menunggu.
Akibatnya, sejumlah demonstran memaksa masuk ke gedung DPRD Babel yang langsung dihadang oleh pihak keamanan. Sempat terjadi saling dorong antara pihak keamanan dan mahasiswa. Bahkan, salah satu bendera HMI sempat robek, sehingga kembali menimbulkan ketegangan.
“Petugas pengamanan kami tidak punya masalah dengan kalian. Tapi ingat jangan sekali-kali melindungi atau menghalangi kami untuk menghapus kemungkaran,” teriak korlap aksi, Adam Arafat di depan gedung DPRD Babel.
“Jangan halangi kami membongkar kemungkaran. Ayo bapak pemimpin, kita berdiri sama tinggi. Kami sudah layangkan surat aksi ke sini,” tambahnya.
Sedangkan Ketua HMI Babel Anja Kusuma Atmaja meminta dalam aksi itu para pimpinan DPRD turun bersama mahasiswa, terkhusus Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya. Ia menyampaikan, selaku wakil rakyat dan Ketua DPRD Babel, Didit jangan bermentalkan pengecut, sembunyi dari mahasiswa dengan beralasan sedang rapat Banmus.
“Bapak Didit Srigusjaya dan rekan-rekan, kasus SPPD fiktif ini merugikan Rp1,3 milliar. Kalau anda wakil rakyat turun ke sini, kalau bukan silahkan keluar dari gedung ini, biar kami saja yang masuk menggantikan kalian,” ucapnya.
Tapi sayangnya, meski telah lebih dari satu jam menunggu, ternyata tak satu pun pimpinan DPRD Babel yang menerima unjukrasa para mahasiswa. Mereka yang emosi mulai berteriak sehingga kericuhan terjadi. Para mahasiswa berusaha masuk ke dalam gedung DPRD Babel untuk bertemu Ketua DPRD, namun dihalang pengamanan dari Sat Pol PP dan kepolisian. Saling dorong pun tak terelakkan.
Usai kericuhan sekitar pukul 10.30 WIB, baru kemudian muncul Wakil Ketua DPRD Babel Deddy Yulianto menemui mahasiswa. Dikatakan dia, selaku unsur pimpinan DPRD Babel, mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi itu kepada dirinya. Ia juga meminta maaf kepada para mahasiswa karena sudah membuat peserta aksi ricuh.
“Secara lembaga kami meminta maaf kepada adik-adik. Saya minta saling menghargai jangan terpancing emosi, kontrol emosi. Saya bantu mediasi, apa keinginannya kita siap mengawal. Saya salah satu pimpinan, kalau tidak menganggap saya sebagai salah satu pimpinan saya akan masuk. Tapi kalau ingin menyampaikan aspirasi, saya akan terima,” tukas Deddy.
Selain Deddy, salah satu oknum Satpol PP, Ahmad yang sempat bentrok dengan mahasiswa saat mengamankan aksi, juga meminta maaf kepada mahasiswa. Dia menyatakan tidak ada unsur kesengajaan terkait robeknya bendera kebanggaan HMI. “Tidak ada unsur kesengajaan. Refleks menghindar, saya minta maaf,” tutupnya.
Untuk diketahui, HMI menuntut Kajati Babel, Happy mengusut tuntas SPPD fiktif 2012 yang melibatkan anggota DPRD Babel, karena telah menyebabkan kerugian daerah sebesar Rp1,3 milliar. HMI juga meminta kepada aparat penegak hukum tidak membiarkan penjahat pemakan uang rakyat bebas berkeliaran tanpa sanksi tegas. Mereka meminta kasus ini segera dituntaskan, mengingat sudah mulai bergulir tahun lalu tapi tidak ada kejelasan hingga tahun ini.
“HMI juga meminta anggota DPRD yang terlibat penyalahgunaan dana SPPD fiktif dipecat dan segera mengembalikan dana tersebut ke daerah. Jika tidak diindahkan, HMI Babel akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan jangan salahkan masyarakat yang akan berbuat dibatas kewajaran,” tukas Anja.
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya pun kini sepertinya mulai menghindari wartawan ketika hendak dikonfirmasi tentang dugaan SPPD fiktif di DPRD Babel ini. Dihubungi Rakyat Pos melalui telepon selulernya, ia enggan menjawab. Termasuk ketika dilayangkan pesan singkat untuk konfirmasi berita, Didit tidak membalas. (ron/1)

Related posts