Pertanian Terpadu Bupati Diharapkan Jadi Contoh

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Kabupaten Bangka, Kemas Arfani Rahman, mengatakan, pertanian terpadu yang dilakukan oleh Bupati Bangka, Tarmizi Saat seperti berkebun dan beternak dapat menjadi percontohan bagi aparat, penyuluh dan gapoktan (gabungan kelompok tani).

Dilakukan penandatangan kesepakatan ini, menurut Kemas sebagai antisipasi maraknya pupuk non subsidi atau ilegal yang tidak terdaftar bahkan ada indikasi pupuk palsu. Karena pemasaran pupuk non subsidi ini tidak diatur secara jelas seperti barang dagangan biasa. Sedangkan pupuk subsidi jelas, siapa pengedar, siapa distributornya.

“Pupuk non subsidi ini dijual di kios seperti barang titipan, nitip kue. Dan kios tidak mengantisipasi dengan melihat dokumen. Dokumennya yaitu sesuai keputusan Menteri Pertanian bahwa pupuk harus terdaftar di Kementerian Pertanian. Hasil uji lab Sucofindo atau yang lain, izin penyaluran oleh siapa,” katanya.

Ditambahkan Kemas, harga pupuk non subsidi tidak jelas. Ada tinggi, ada rendah. Oleh karena itu harus ada jaminan masalah harga dan sebagainya.

Baca Lainnya

Kemudian untuk penyediaan asam semut, kata Kemas karena petani sudah biasa dengan tawas, padahal sudah dilarang menggunakan tawas karena asam semut tidak dijual bebas, berbahaya kena kulit dan sebagainya.

“Harga yang jelas berapa dan harus ada ketersediaan pupuk subsidi serta jaminan harga dan signifikan keuntungan yang didapatkan. Ini bukan dadakan, sebetulnya sudah lama penjajakan” pungkasnya. (snt/10)

Related posts