Pertanian di Beltim Sangat Potensial Dikembangkan

  • Whatsapp
Tenaga Ahli Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pertanian Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Ruly Eko Kusuma Kurniawan bersama rombongan dari Pemkab Beltim, disela-sela paparan draft laporan akhir Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pertanian Beltim di Ruang Rapat Besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.(foto: istimewa).

Di Pesisir Kecamatan Gantung

MANGGAR – Tenaga Ahli Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pertanian Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Ruly Eko Kusuma Kurniawan mengutarakan pertanian di Beltim sangat potensial dan terbuka sekali untuk dikembangkan.

“Potensi pertanian di Beltim sangat terbuka, masih banyak yang belum dikembangkan secara optimal baik tanaman pangan, hortikultura maupun tanaman buah itu,” jelas Ruly saat diwawancarai seusai memaparkan draft laporan akhir Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pertanian Beltim di Ruang Rapat Besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Rabu, (16/10/2019).

Adapun kecamatan yang berpotensi untuk tanaman hortikultura menurut Ruly ialah di Kecamatan Gantung, yang posisinya di pesisir-pesisir Gantung.

“Potensi hortikultura yang paling potensial ialah di gantung jadi posisinya di pesisir-pesisir kecamatan Gantung,” tuturnya.

Ruly meyakini pembangunan pertanian di Beltim akan berjalan maksimal jika mengacu kepada arahan RIPP berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh tim ahli dari Unsoed.

“Dari hasil penelitian kami, sudah kita ketahui karakteristik lahan sehingga tersedia analisis kesesuaian lahan. Misal, dengan mengetahui Karakteristik tanah kita akan tahu apa yang dibutuhkan, teknologi apa yang di butuhkan dan teknik budidaya yang harus dilakukan sehingga bisa maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Beltim Sayono menyambut baik hasil penelitian dalam rangka Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pertanian Beltim.

“Ini adalah awal yang baik, karena kita memang harus memiliki rujukan yang jelas untuk membangun Beltim ini, kita harus berpikir pasca tambang kedepan,” kata dia.

Sayono yang juga mantan Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Beltim mengharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat untuk masyarakat, karena menurutnya lahan-lahan di Beltim yang potensial tidak memiliki data-data yang akurat untuk bisa dikembangkan secara maksimal.

“Lahan-lahan di Beltim kan masih banyak yang potensial tetapi belum ada data-data yang akurat untuk menentukan komuditas mana yang tepat Untuk dikembangkan dengan kondisi tanah tertentu,” terangnya.

Sayono juga mendorong untuk tahun depan agar Rencana Induk Pembangunan Pertanian dapat dibuat Peraturan Daerah sehingga legalitasnya lebih kuat dan benar-benar dijadikan rujukan bagi upaya pengembangan yang lebih spesifik/sektoral di masa yg akan datang.

“Setelah Rencana Induk Pembangunan Pertanian ini selesai, kita mengusulkan untuk dijadikan Perda. Insya Allah tahun depan kita akan mendorong agar menjadi Perda. Pihak Bappelitbangda Beltim sudah mengusulkan agar Raperda Rencana Pembangunan Pertanian ini disampaikan ke legislatif pada masa persidangan kedua tahun 2020,” imbuhnya. (yan/kmf/3).

Related posts