Pertamina Sumbagsel Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

  • Whatsapp

Konsumsi Energi di Bangka Belitung Menurun

Foto: Istimewa/rls

RAKYATPOS.COM, TANJUNGPANDAN – Ditengah pandemi Covid 19, semangat Pertamina masih terus terjaga untuk menjalankan tugas dan amanahnya menyediakan energi untuk masyarakat. Termasuk saat puasa Ramadan kini maupun Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, beberapa hari lagi.

Read More

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung dalam keadaan aman. Seluruh agen penyalur tetap disiagakan agar dapat terus melayani kebutuhan masyarakat. Selain itu, Pertamina Delivery Service (PDS) pun hadir guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan BBM dan LPG dengan tetap di rumah saja.

“Segala upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG terus dilaksanakan. Produksi dari kilang Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju hingga pendistribusian produk BBM dan LPG ke 5 provinsi di wilayah Sumbagsel kami pastikan dalam keadaan aman. Pertamina juga berharap, masyarakat tetap mengikuti himbauan pemerintah untuk di rumah saja dan memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) melalui Pertamina Call Center 135 atau whatsapp ke 08111350135,” tutur Region Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf dalam rilis yang diterima rakyatpos.com.

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 sekarang tak dapat dihindari bahwa terjadi perubahan pola konsumsi energi di masyarakat. Tingkat konsumsi BBM dan LPG juga mengalami penurunan yang signifikan.

“Seperti halnya produk Gasoline (Perta series), rata-rata konsumsi dari bulan April hingga Mei 2020 jika dibanding rerata kondisi normal, produk-produk ini mengalami penurunan mencapai rata-rata di wilayah Sumbagsel yaitu 22,6% dengan penurunan tertinggi terjadi di Sumatera Selatan. Dan untuk produk-produk Gasoil (Dex series) penurunan konsumsi pada bulan yang sama mencapai 13,2% dengan penururan konsumsi tertinggi terjadi di wilayah Bangka Belitung,” jelas Rifky.

Sedangkan anjuran untuk di rumah saja, turut mendukung perubahan pola konsumsi LPG di masyarakat. Meningkatnya konsumsi LPG PSO mencapai 4.1% terhadap konsumsi normal, LPG Non PSO rumah tangga naik 1,8%, namun konsumsi LPG Non PSO non rumah tangga turun drastis hingga 40.6%.

Related posts